Bantul, KabarTerkiniNews.co.id – Setelah enam bulan menjalani pendidikan BEA School, sebanyak 22 pelaku UMKM lokal di Sanden, Bantul, diwisuda. Momentum ini, sebagai tanda kesiapan pelaku UMKM binaan Koperasi BMT Artha Amanah Sanden tersebut, berdikari secara mandiri, dalam mengembangkan usahanya.
Sebanyak kurang lebih 22 pelaku UMKM lokal, di Sanden, Bantul, minggu pagi menjalani prosesi wisuda. Kesemuanya telah dinyatakan lulus, usai menjalani pendidikan selama enam bulan lamanya, dalam program BEA School, inisisasi dari Koperasi BMT Artha Amanah Sanden.
Bambang Edy Asmoro, selaku inisiator program, yang juga sebagai Ketua Pengurus KSPPS BMT Artha Amanah Sanden menyebut, BEA School adalah suatu kelas atau forum yang memfasilitasi anggota untuk belajar ekonomi syariah dan implementasinya di lapangan.
“BEA Scohool muncul karena kami ingin mendekat untuk memberi lebih, tidak hanya memberikan pelayanan terhadap simpan pinjam dan pembiayaan saja, tetapi memberikan tambahan keilmuan tentang koperasi syariah, dakwah ekonomi syariah, serta wawasan usaha dalam bentuk pembinaan dan pendampingan,” sebut Edy, usai mewisuda binaan UMKM, minggu (03/05/2026).
Sebagai suatu lembaga keuangan syariah, yang merupakah salah satu aspek penguat ekonomi masyarakat, diusianya yang ke 30 tahun ini, pihaknya iberharap melalui program pendidikan syariah yang menyasar pelaku UMKM, akan mampu meningkatkan literasi dan kompetensi pelaku usaha, membentuk etika bisnis yang luhur, serta memicu inovasi produk halal yang berdaya saing tinggi, serta modernisasi sistem perdagangan melalui trasnsaksi digital non tunai.
“Selain inovasi produk, kita juga mendorong dengan menfasilitasi pelaku UMKM ini dengan transasksi sigital, sehingga dana anggota sirkulasinya berputar di koperasi, yang harapannya anggota dapat berkembang usahanya, bertambah pendapatannya,” imbuhnya.
Pihaknya mengklaim, bahwa saat ini satu- satu Koperasi yang memberikan edukasi atau BEA School, hanya BMT Artha Amanah Sanden.
Program tersebut, merupakan upaya dalam memaksimalkan peran anggota, yang memiliki usaha atau pelaku UMKM, dengan memberikan pendampingan baik berupa pendidikan manajemen keuangan koperasi, maupun pelatihan manajemen usaha.
“Anggota yang memiliki usaha atau pelaku UMKM, dimaksimalkan perannya sebagai anggota, dengan memberikan pembekalan permodalan serta pelatihan dan pembimbingan usaha,” tutur Edy.
Kini, para pelaku UMKM yang tadinya hanya berpenghasilan rendah, mampu bertransformasi menjadi pengusaha mikro mandiri dengan omzet jutaan rupiah, hingga mampu mendongkrak perekonomian keluarga.
Salah satu anggota menyampaikan, cukup merasa beruntung bisa terpilih dalam program pendidikan BEA School tersebut. Selama menjalani pendidikan, pra pelaku UMKM ini diberikan wawasan dan pembelajaran terkait pengelolaan ekonomi syariah, manajemen koperasi, pengelolaan keuangan, serta pengembangan usaha.
“Selama enam bulan saya mengikuti pendididkan ini, saya Cuma pedagang soto, jadi menurut say aini sangat bermanfaat dalam upaya pengembangan usaha dan pengelolaan keuangan yang baik, dan usaha saya perlahan terus meningkat, banyak pelanggannya juga,” kata Bekti Santoso.
Program pendampingan UMKM melalui koperasi ini, merupakan inovasi ekonomi dalam memberdayakan pelaku usaha ultra mikro kecil dan menengah, sehingga bisa berkembang, mandiri dan naik kelas.
Selain bazar UMKM, pada kegiatan yang dikemas dalam peringatan tiga dasawarsa BMT Artha Amanah Sanden tersebut, juga digelar senam Kesehatan bersama, cek Kesehatan gratis, serta bakti sosial cukur rambut gratis, serta dibagikan juga ratusan doorprise, untuk seluruh anggota yang hadir.
Joko Pramono







