KPK Segel Kantor Bupati Pekalongan dan Big Boss Salon Milik Fadia Arafiq, Puluhan Pejabat Diperiksa

Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id – Kompleks Kantor Bupati Pekalongan, Jawa Tengah, dan tempat usaha Big Boss Salon diketahui turut disegel oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (3/3/2026).

Tindakan ini dilakukan dalam rangka penyelidikan yang juga menyasar puluhan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan, termasuk Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, yang diketahui sebagai pemilik aset salon tersebut.

Bacaan Lainnya

Suasana tak biasa menyelimuti kedua lokasi tersebut. Di kompleks Kantor Bupati, sejumlah ruangan strategis, termasuk kantor Bupati dan Sekretaris Daerah, terlihat terpasang kertas segel berlogo KPK. Sementara itu, Big Boss Salon yang terletak di lokasi yang juga menjadi perhatian, tampak lengang dengan pintu dan area depan yang telah disegel.

Meskipun sejumlah ruangan penting di kantor pemerintahan dan tempat usaha tersebut disegel, aktivitas para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pekalongan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Para pegawai tetap mengikuti apel pagi dan melayani masyarakat di tengah beredarnya kabar pemeriksaan yang menyasar puluhan pejabat.

Ruangan Strategis dan Tempat Usaha Disegel, Lokasi Tampak Lengang
Dari pantauan di lokasi, kertas segel berlogo KPK terlihat terpasang di pintu ruang kerja Bupati, Sekretaris Daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan di kompleks Kantor Bupati. Selain itu, segel juga terpasang di pintu masuk Big Boss Salon milik Fadia Arafiq.

Kantor dinas dan rumah dinas Bupati yang terletak di Jalan Alun-Alun Utara, Kajen, serta area Big Boss Salon tampak sepi dan lengang. Tidak ada aktivitas pegawai atau pengunjung yang terlihat di dalam area yang telah disegel tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa puluhan pejabat di lingkungan Pemkab Pekalongan saat ini sedang menjalani pemeriksaan. Proses pemeriksaan tersebut dikabarkan berlangsung di kantor Polres Pekalongan Kota. Sementara itu, Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, disebut-sebut telah berada di Gedung KPK, Jakarta.

Namun, hingga saat ini belum ada keterangan resmi baik dari pihak KPK maupun Pemerintah Kabupaten Pekalongan terkait perkara yang melatarbelakangi tindakan penyegelan terhadap kantor pemerintahan dan tempat usaha milik Bupati tersebut.

Pegawai Diminta Tetap Profesional Layani Masyarakat
Di tengah situasi yang sedang berlangsung, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Pekalongan, Budhi Antoyo, dalam apel pagi mengonfirmasi bahwa ruang Kepala Dinas PUPR memang telah disegel oleh KPK. Meski demikian, ia meminta seluruh pegawai untuk tetap menjalankan tugasnya secara profesional.

“Pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan seperti biasa,” tegasnya singkat.

Hal menarik lainnya, dari sejumlah ruangan pimpinan daerah di kompleks Kantor Bupati, hanya kantor Wakil Bupati Pekalongan, Sukirman, yang tidak disegel oleh KPK. Saat dihubungi, Wakil Bupati dikabarkan sedang berada di Kantor Gubernur Jawa Tengah.

“Saya belum tahu secara detail, ini sedang ada dinas di kantor Gubernur Jawa Tengah,” jelas Sukirman melalui sambungan telepon.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menantikan penjelasan resmi terkait kasus yang menyebabkan sejumlah ruangan penting di jantung pemerintahan Kabupaten Pekalongan serta tempat usaha milik Bupati dipasangi segel oleh lembaga antirasuah tersebut.

Kermit

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *