Pekalongan, KabarTerkiniNes.co.id – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman menghadiri kegiatan dialog pendidikan bertema “Menata Pondasi Belajar: Menciptakan Sekolah Aman, Nyaman, dan Bermartabat bagi Guru dan Siswa” yang digelar di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), Kedungwuni.
Kegiatan tersebut menghadirkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti sebagai pembicara utama. Turut hadir Rektor UMPP beserta jajaran wakil rektor, para dekan, kepala sekolah, pengawas, tenaga kependidikan, serta berbagai unsur dari Kementerian Dikdasmen, UPT Jawa Tengah, hingga perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota Pekalongan.
Dalam paparannya, Abdul Mu’ti menjelaskan arah kebijakan besar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menitikberatkan pada pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan. Ia menegaskan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945,
“Konsep yang kami dorong adalah education for all. Artinya, bagaimana seluruh anak Indonesia dapat mengakses pendidikan, tidak hanya melalui jalur formal, tetapi juga nonformal dan informal,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah terus berupaya menjangkau masyarakat yang belum tersentuh layanan pendidikan formal melalui program kesetaraan seperti Paket A, B, dan C, sekolah satu atap, serta pembelajaran jarak jauh.
Selain itu, penguatan lembaga pendidikan nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) juga terus didorong agar mampu memberikan layanan yang berkualitas.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa peningkatan mutu pendidikan dilakukan melalui empat langkah utama, yakni pemenuhan sarana dan prasarana, digitalisasi pendidikan, peningkatan kualitas guru, serta perbaikan pendekatan pembelajaran.
Pada aspek sarana, pemerintah telah melakukan revitalisasi ribuan satuan pendidikan, termasuk puluhan sekolah di Kabupaten Pekalongan. Sementara dalam digitalisasi, distribusi perangkat pembelajaran berbasis teknologi seperti Interactive Flat Panel (IFP) terus ditingkatkan guna menunjang proses belajar mengajar.
Di bidang peningkatan kualitas pendidik, Kementerian memberikan berbagai program seperti beasiswa peningkatan kualifikasi guru hingga program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Selain itu, tunjangan sertifikasi guru juga telah ditingkatkan dan kini disalurkan langsung ke rekening masing-masing penerima.
“Saya sering mengatakan secanggih apapun teknologi pembelajaran, kalau gurunya tidak berkualitas, ya teknologi itu akan menjadi barang mati. Dan saya sering mengatakan guru tidak sekedar menjadi agent of learning, tapi guru itu harus menjadi agent of civilization.
Guru harus menjadi agen pembangunan peradaban. Karena sejatinya pendidikan itu kalau kita lihat undang-undang, adalah proses di mana kita itu membangun karakter dan peradaban bangsa,” tegas Abdul Mu’ti.
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya penerapan deep learning dalam pembelajaran untuk mengatasi persoalan learning loss dan rendahnya literasi serta numerasi siswa. Pendekatan ini mengedepankan pembelajaran yang bermakna, mendalam, dan menyenangkan.
Selain itu, konsep hidden curriculum juga menjadi perhatian, di mana pendidikan karakter dibangun melalui kebiasaan sehari-hari seperti disiplin, sopan santun, dan budaya hidup bersih,
“Hidden curriculum ingin kita perkuat. Simpel saja dengan membiasakan keadaban publik seperti membangun kebiasaan buang sampah, kemudian termasuk di dalamnya misalnya MBG.
Itu juga bagian dari pelaksanaan tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat. Selain itu, Kebiasaan untuk bangun pagi seperti beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat, tertib antre, membiasakan hidup bersih.
Kalau ini semua kita lakukan, sekolah akan aman dan nyaman. Apalagi Pak Presiden mencanangkan gerakan Budaya ASRI, Aman, Sehat, Resik, dan Indah,” jelas Abdul Mu’ti.
Kermit







