Asep Harso berjuang Cari Keadilan : Serahkan Surat Langsung ke Presiden Prabowo

Magelang, KabarTerkiniNews.co.id – Suasana haru dan penuh harapan menyelimuti warga jalan Tempuran, Kabupaten Magelang, Kamis (9/4/2026). Di tengah riuh rendah ratusan warga yang antusias menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto, seorang warga bernama Asep Harso Tarmungkas (45) menyampaikan surat permohonan keadilan langsung ke tangan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Saat iring-iringan mobil kepresidenan melintas perlahan di Dusun Turus Tempuran dalam rangka kunjungan kerja meresmikan pabrik kendaraan listrik, Asep yang berbaur dengan warga lainnya memberanikan diri menyerahkan surat kepada presiden.

Bacaan Lainnya

Dengan tangan gemetar namun penuh keyakinan, ia melambaikan tangan sebagai tanda hormat, lalu mengeluarkan sebuah amplop cokelat besar dari balik bajunya.

Keberanian Asep membuahkan hasil. Presiden Prabowo tampak memperhatikan dan berkenan menerima surat yang diserahkan Asep tanpa melalui perantara. Momen langka ini membuat Asep tak kuasa menahan haru penuh kebahagiaan.

“Alhamdulillah, perasaan saya haru, sangat bangga dan bahagia. Surat bisa diterima langsung oleh Presiden sendiri tanpa perantara,” kata Asep dengan suara bergetar, sesaat setelah rombongan presiden berlalu.

Perjuangan Lima Tahun Menuntut Hak
Di balik amplop cokelat tersebut, tersimpan kisah pilu perjuangan Asep selama lima tahun terakhir. Permasalahan bermula ketika almarhumah istri Asep mengambil pinjaman di sebuah bank. Sayangnya, sebelum lunas, sang istri meninggal dunia.

Menurut Asep, sesuai perjanjian dalam Polis Kredit (PK) yang ditandatangani, terdapat klausul asuransi yang menyatakan bahwa jika debitur meninggal dunia, maka sisa pinjaman dianggap lunas. Namun, realita di lapangan berkata lain.

“Sudah lima tahun istri saya meninggal, tapi bank masih menahan sertifikat tanah kami. Bank tetap meminta kami melunasi sisa pinjaman, padahal di PK sudah jelas bunyinya: debitur meninggal, kredit lunas,” ungkap Asep, ayah tiga anak ini dengan nada kecewa.

Asep mengaku telah berkali-kali mendatangi bank terkait untuk menagih haknya sesuai perjanjian, termasuk klaim asuransi yang seharusnya menutupi utang tersebut. Namun, upayanya selalu menemui jalan buntu dan tidak pernah mendapat respons serius.

“Kami datang untuk meminta sesuai PK yang ditandatangani. Ada perjanjian kredit yang berbunyi debitur menyerahkan asuransi jiwa sepenuhnya kepada bank tersebut untuk diproses tetapi tidak dijalankan oleh pihak bank. Kami sudah datang berkali-kali tapi tidak pernah direspon,” tuturnya panjang lebar.

Harapannya pada Presiden
Dengan menyerahkan surat langsung kepada Presiden Prabowo, Asep menggantungkan harapannya agar kasus ini mendapat perhatian khusus dan segera diselesaikan secara adil.

“Harapannya, kami bisa diundang ke Jakarta untuk bisa menerangkan semua yang kami alami dan bisa ada titik penyelesaiannya. Karena saya warga kecil yang dizalimi dan menuntut pengadilan yang seadil-adilnya oleh Bapak Presiden Prabowo,” tambah Asep.

Bagi Asep, penerimaan surat oleh Presiden bukan sekadar formalitas, melainkan secercah cahaya di ujung terowongan gelap yang telah ia lalui selama lima tahun. Ia berharap presiden bisa membantu menyelesaikan persoalan ini.

Nurul Abadi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *