Ribuan Jamaah Padati Pengajian Muslimat NU Pekalongan, Perempuan “Motor Pembangunan dan Penurunan Stunting”

Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id — Lautan jamaah memadati Masjid Nurul Huda, Desa Kalilembu, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, Minggu (24/5/2026). Sedikitnya 4.000 hingga 5.000 peserta menghadiri pengajian rutin Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang tak hanya menjadi ajang penguatan spiritual, tetapi juga menegaskan peran besar perempuan dalam pembangunan daerah hingga penurunan angka stunting.

Kegiatan yang digelar Himpunan Da’iyah Muslimat NU tersebut berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Ribuan ibu-ibu dari berbagai wilayah Kabupaten Pekalongan tampak memadati area masjid sejak pagi hari untuk mengikuti rangkaian pengajian rutin yang diselenggarakan setiap dua bulan sekali.

Bacaan Lainnya

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sumarwati, mengatakan pengajian rutin Muslimat NU merupakan agenda yang telah lama berjalan dan menjadi bagian penting dari program organisasi.

“Ini adalah agenda rutin kita, salah satu program Muslimat. Dari Himpunan Da’iyah Muslimat NU, kegiatan ini rutin setiap dua bulan sekali dan sudah berlangsung sejak dulu,” ujarnya.

Menurutnya, pengajian tidak hanya menjadi wadah memperdalam ilmu agama, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarjamaah serta memperkuat semangat pengabdian kepada Nahdlatul Ulama.

“Tidak hanya sekadar rutin, tetapi kita niati dengan baik, kita berkhidmat dan berjuang untuk NU melalui banom. Kita menambah ilmu, bersilaturahim, dan ikhtiar kita adalah bahagia, bejo, dunia, dan akhirat,” katanya.

Sumarwati juga menyoroti besarnya kontribusi Muslimat NU dalam sektor pendidikan anak usia dini di Kabupaten Pekalongan. Saat ini, organisasi tersebut mengelola ratusan lembaga pendidikan yang tersebar di berbagai wilayah.

“PAUD di bawah naungan Muslimat NU, mulai dari Kelompok Bermain, SPS, TPA hingga TK/RA, ada 325 lembaga dengan jumlah peserta didik lebih dari 16 ribu anak,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan pengajian rutin tersebut. Ia menilai kegiatan keagamaan seperti ini turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

“Dengan pengajian ini tentu selain menambah ketakwaan, juga mampu menumbuhkan perekonomian. Karena mereka berkumpul, menggunakan angkot dan seterusnya, itu salah satu efek ekonomi,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Sukirman juga memuji kontribusi Muslimat NU dalam mendukung program pemerintah daerah, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, hingga percepatan penurunan angka stunting.

“Kita berterima kasih kepada Muslimat karena peran ibu-ibu sangat signifikan, termasuk dalam penurunan angka stunting. Sehingga Kabupaten Pekalongan menduduki peringkat pertama di Jawa Tengah dalam prevalensi penurunan stunting,” tambahnya.

Besarnya jumlah peserta yang hadir menjadi bukti kuat bahwa kegiatan keagamaan berbasis masyarakat masih memiliki daya tarik tinggi sekaligus menjadi ruang strategis dalam memperkuat peran perempuan di tengah pembangunan daerah.

Kermit

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *