Jakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Danang Wicaksana Sulistya menyampaikan adanya peningkatan signifikan dalam pergerakan masyarakat selama periode mudik dan arus balik. Ia mengungkapkan bahwa Kementerian Perhubungan sebagai leading sector telah memaparkan data tersebut dalam berbagai forum, Kamis (9/4).
“Kementerian Perhubungan menyampaikan di beberapa forum, sebagai leading sector dalam pelaksanaan mudik dan arus balik ini, bahwa terdapat kenaikan tingkat pergerakan manusia sekitar 147 juta,” ujar Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Danang Wicaksana Sulistya.
Meski terjadi peningkatan mobilitas, Danang Wicaksana menilai capaian dari sisi keselamatan mengalami perbaikan. Ia menekankan pentingnya upaya berkelanjutan untuk menekan angka kecelakaan hingga mencapai zero accident.
“Ada penurunan tingkat fatalitas, walaupun dalam setiap raker kami selalu menginginkan menuju adanya zero accident. Kami apresiasi dari pemerintah dan seluruh stakeholder yang ada, terutama mitra-mitra kami di Komisi V, ini menjadi kolaborasi yang bagus,” tambahnya.
Danang Wicaksana juga memberikan apresiasi terhadap peran Korlantas Polri dalam menyampaikan informasi lalu lintas secara cepat dan akurat kepada Masyarakat, melalui kebijakan rekayasa lalu lintar berupa contraflow dan one way.
“Kita juga menyampaikan apresiasi kepada Korlantas yang selalu menginformasikan tepat waktu, bagaimana, kapan contraflow, kapan one-way sehingga ini lebih memperlancar,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat berfokus pada aspek kemanusiaan dan keselamatan pengguna jalan.
“Operasi Ketupat itu adalah operasi kemanusiaan. Jadi hal yang paling terpenting adalah keselamatan,” ungkap Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.
Ia juga memaparkan hasil evaluasi yang menunjukkan tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan operasi tersebut yang mencapai 88,5 persen.
“Hasil analisa dan evaluasi dari survei KedaiKOPI ada 88,5 persen ada kepuasan publik dalam operasi ini, khususnya Korlantas dalam rangka melakukan manajemen rekayasa lalu lintas ada predictive traffic policing,” jelas Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.
Lebih lanjut, Kakorlantas menjelaskan bahwa setiap kebijakan rekayasa lalu lintas dilakukan berdasarkan data dan parameter yang terukur di lapangan.
“Korlantas Polri dengan stakeholder tentunya akan membuat keputusan-keputusan contraflow, one way, ini berdasarkan data driven traffic counting atau parameter-parameter yang ada di jalan tol, termasuk juga kita mengantisipasi yang ada di non tol,” tambah Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.
Menurutnya, keberhasilan Operasi Ketupat tidak lepas dari sinergi seluruh pihak, termasuk peran aktif pimpinan Polri dalam pengendalian situasi di lapangan.
“Keberhasilan Operasi Ketupat inilah kolektif semuanya, stakeholder, dan kepimpinan Bapak Kapolri yang hadir di lapangan untuk mengelola dan mengendalikan traffic, termasuk di sisi harkamtibmas dan kamseltibcarlantas,” pungkas Kakorlantas Polri.
KabarTerkiniNews/co/id







