Warga Karanganyar Waspadai Dampak Penyesuaian Pasokan LPG 3 Kg

Foto: Salah satu pangkalan LPG di Karanganyar Kota. Iwan

KARANGANYAR, Kabarterkininews.co.id.

Warga Kabupaten Karanganyar mulai bersiap menghadapi potensi berkurangnya pasokan LPG subsidi 3 kilogram. Penyesuaian distribusi dari PT Pertamina Patra Niaga disebut mulai berlaku pada Selasa, 7 April 2026.
Informasi tersebut diterima secara mendadak oleh sejumlah pemilik pangkalan melalui pesan WhatsApp dari agen distribusi. Minimnya sosialisasi membuat pelaku usaha di tingkat pangkalan harus bersiap menghadapi kemungkinan berkurangnya pasokan gas subsidi.
Salah satu pemilik pangkalan LPG di kawasan Perumahan Jungke, Karanganyar, Wahyu Pranowohadi mengaku baru mengetahui adanya penyesuaian alokasi tersebut pada Senin (6/4/2026). Hingga kini, ia belum mendapatkan kepastian jumlah tabung yang akan diterima setelah kebijakan tersebut diterapkan.
“Mulai tanggal 7 ada penyesuaian alokasi. Artinya ada pengurangan dari Pertamina, tapi kami belum tahu nanti dapat berapa,” ujarnya Jumat (10/4/2026).

Selama ini, pangkalan milik Wahyu rutin menerima distribusi sekitar 50 tabung LPG 3 kilogram setiap pekan dari agen. Jumlah tersebut selama ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan warga di sekitar perumahan.
Namun, perubahan pola distribusi mulai terasa sejak awal April. Ia menuturkan, biasanya pengiriman tetap dilakukan meskipun bertepatan dengan tanggal merah. Akan tetapi, pada 3 April lalu tidak ada kiriman gas sama sekali.
“Biasanya kalau tanggal merah tetap dikirim, tapi kemarin tanggal 3 tidak ada kiriman,” katanya.
Menurut Wahyu, kondisi tersebut menjadi indikasi awal adanya pengetatan distribusi sebelum kebijakan penyesuaian alokasi diterapkan secara resmi.
Ia memperkirakan, jika pengurangan pasokan terjadi secara signifikan, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat. Warga biasanya akan membeli gas dalam jumlah lebih banyak ketika mendengar kabar adanya pengurangan distribusi.
“Kalau pasokan turun, biasanya warga langsung beli lebih banyak. Itu yang bisa bikin cepat habis,” jelasnya.
Meski begitu, hingga saat ini harga LPG 3 kilogram di wilayah Jawa Tengah masih relatif stabil di kisaran Rp18.000 per tabung. Belum ada kenaikan harga resmi meski kabar penyesuaian alokasi mulai beredar.
“Harga masih normal, belum ada perubahan,” tegasnya.
Wahyu memperkirakan dampak dari kebijakan ini baru akan terasa dalam beberapa hari ke depan, terutama setelah distribusi dengan skema baru mulai berjalan.
Ia berharap distribusi LPG subsidi tetap lancar sehingga tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat. Pasalnya, LPG 3 kilogram menjadi kebutuhan utama bagi rumah tangga serta pelaku usaha kecil seperti pedagang makanan dan minuman.
“Jika pasokan tidak segera stabil, dikhawatirkan antrean di pangkalan akan meningkat dan memicu kelangkaan hingga lonjakan harga di tingkat pengecer,”pungkasnya.

Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto, saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan Sidak ke SPPBE Popongan, membantah adanya pengurangan pasokan.

“Tidak ada pengurangan pasokan ke agen maupun pangkalan,”bantahnya.

Pertamina, ujarnya, juga memastikan bahwa stok energi, baik LPG maupun BBM, untuk wilayah Jawa Tengah masih sangat mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan pembelian secara panik.

“Masyarakat tidak perlu panik. Ketersediaan LPG aman dan mencukupi,”pungkasnya.

Iwan Iswanda

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *