Kendaraan Listrik eKarsa untuk Layanan Rumah Sakit

Sumber Foto : Dok. FT UGM

Yogyakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Inovasi terus digaungkan tim peneliti Universitas Gadjah Mada dengan ditandai adanya pengembangan kendaraan listrik terbaru bernama eKarsa. Kendaraan ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan mobilitas di kawasan terbatas, ialah lingkungan rumah sakit, dengan mengedepankan aspek efisiensi, ergonomi, dan keberlanjutan.

Bacaan Lainnya

Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik (FT) UGM untuk mengembangkan kendaraan listrik kawasan kebutuhan Rumah Sakit Akademik UGM. Kendaraan ini kemudian diberi nama eKarsa, yang merupakan singkatan dari kendaraan elektrik RSA.

Dekan FT UGM, Prof. Ir. Selo, Ph.D., menuturkan bahwa eKarsa merupakan kelanjutan kendaraan listrik yang dikembangkan oleh para peneliti di lingkungan Fakultas Teknik. Sejak tahun 2012, FT UGM secara konsisten mengembangkan kendaraan listrik untuk kawasan terbatas yang menarget pasar pariwisata, kebutuhan kendaraan industri, layanan agrikultur, dan kebutuhan lain selain jalan raya.

Ia menyebutkan, Mobil Semar merupakan versi pertama dari kendaraan listrik  Semar. Dilanjutkan di tahun 2014 membuat kendaraan listrik GATe (Gadjah Mada Airport Transporter) khusus untuk memenuhi kebutuhan layanan di bandar udara dan pariwisata. “Waktu itu kita daftarkan mereknya GATe,” ujarnya, Rabu (15/4).

Berbeda dengan inovasi dari kendaraan listrik sebelumnya, eKarsa memiliki keunggulan dari sisi  battery pack lithium ferro phosphate dan sistem pengendali motor telah berhasil dikembangkan secara mandiri oleh tim UGM, meskipun masih terdapat komponen tertentu yang menggunakan produk impor.

“Di masa mendatang, bila pasarnya sustain, seluruh lini komponen sangat mungkin difabrikasi secara lokal,” ungkapnya.

Kepala Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) FT UGM, Prof. Ir. Hanung Adi Nugroho, Ph.D., menyampaikan pengembangan eKarsa berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan, khususnya terkait mobilitas dari area parkir menuju gedung utama rumah sakit, khususnya di kawasan Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM.

“Permintaan dari RSA cukup spesifik dan menantang, termasuk target waktu pengembangan yang hanya tiga bulan, dari Januari–Mare). Namun, berbekal pengalaman tim dari Dr. Eka Firmansyah dan kolaborasi dengan mitra industri, kendaraan ini berhasil diwujudkan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Dalam proses pengembangannya, kata Hanung, tim UGM menggandeng PT Inastek, perusahaan rintisan yang digerakkan oleh alumni Fakultas Teknik. Secara teknis, Hanung menjelaskan eKarsa dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional di lingkungan rumah sakit.

“Kendaraan ini mampu mengangkut hingga delapan penumpang, memiliki waktu pengisian daya relatif singkat sekitar tiga jam, serta dirancang tanpa sudut tajam demi keamanan pengguna,” ujarnya.

Selain itu, penggunaan komponen standar seperti roda umum juga menjadi keunggulan tersendiri karena memudahkan perawatan.

“Semua aspek didesain agar ramah pengguna, ergonomis, dan mudah dirawat. Kami ingin memastikan bahwa kendaraan ini benar-benar siap digunakan, bukan sekadar prototipe yang berhenti di konsep,” tambah Hanung.

Peluncuran eKarsa ini menurut Hanung menjadi bagian dari upaya hilirisasi teknologi di lingkungan kampus, meskipun Hanung mengakui bahwa proses menuju produksi massal masih memerlukan dukungan. Sebagai institusi pendidikan, ia menyampaikan departemen fokus pada riset dan pengembangan prototipe.

Ia berharap semuanya bisa sinkronisasi antara research development kemudian dari sisi hilir industri untuk meneruskan peluang itu sehingga tidak berhenti hanya sampai publikasi atau prototype.

Melalui peluncuran eKarsa digunakan untuk layanan RSA UGM, menurut Selo, makin menegaskan bahwa peneliti di FT UGM memiliki kemampuan kustomisasi kendaraan listrik demi memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan terbukanya pasar, ia berharap industri dapat terbangun, menyerap tenaga kerja, dan proses pengembangan produk yang merupakan hilir akan berjalan.

Ia menyebutkan GATe, versi manapun, dapat menjadi produk yang diterima pasar, terus mengembangkan versi lain seperti dalam industri hingga pertanian, serta meningkatkan kemampuan produksi komponen kendaraan listrik secara lokal. “GATe dan eKarsa sangat mungkin dijual secara umum selama spesifikasinya sesuai untuk pengguna,” ungkapnya.

Hanifah & KabarTerkiniNews.co.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *