SMA Negeri 1 Karanganyar Kembangkan Tanaman Obat Lewat Program Adiwiyata

Foto: Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Karanganyar mengikuti bimbingan dan pelatihan pengembangan tanaman obat. Iwan.

KARANGANYAR, Kabarterkininews.co.id

SMA Negeri 1 Karanganyar terus mengembangkan program lingkungan melalui kegiatan penanaman tanaman obat keluarga (TOGA) yang melibatkan seluruh siswa kelas X. Program ini menjadi bagian dari implementasi sekolah berwawasan lingkungan dalam program Adiwiyata.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Negeri 1 Karanganyar, Muhammad Joko Edyanto, Selasa (21/4/2026) menjelaskan kegiatan tersebut diawali dengan pemberian materi kepada siswa oleh narasumber dari PBTO Tawangmangu, yakni Fani.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sebatas penanaman, tetapi juga menjadi bagian dari pembelajaran kokurikuler yang melibatkan siswa secara langsung mulai dari proses penanaman hingga pemanfaatan hasilnya.
“Program ini meliputi penanaman tanaman obat, kemudian perawatan, hingga nanti pada tahap pemanenan dan pengolahan. Anak-anak akan belajar secara langsung bagaimana memanfaatkan tanaman obat,” ujarnya.
Joko menjelaskan, pemilihan tanaman obat menjadi bagian dari upaya edukasi kepada siswa agar mengenal kembali tanaman herbal tradisional yang kini mulai jarang dikenal generasi muda.
“Tujuannya agar siswa tetap mengenal warisan tanaman obat tradisional yang bermanfaat bagi kesehatan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, terang Joko, berbagai jenis tanaman herbal ditanam, seperti jahe, kunyit, temulawak, dan serai. Karena keterbatasan lahan di lingkungan sekolah, penanaman dilakukan menggunakan metode tabulapot atau tanaman dalam pot yang ditempatkan di area yang telah dipaving.
Selain penanaman tanaman obat, program Adiwiyata di sekolah tersebut juga menekankan pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Sampah dipilah menjadi organik, anorganik, dan B3, dengan fokus utama pada pengelolaan sampah organik dan pengurangan sampah plastik.
Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah mewajibkan siswa membawa tumbler dan alat makan sendiri untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah.

“Dengan membawa tumbler dan alat makan sendiri, siswa tidak lagi menggunakan plastik ketika membeli minuman atau makanan di kantin,”ujarnya.

Dikatakannya, ampah organik dari kantin nantinya juga dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kompos yang akan digunakan kembali untuk menyuburkan tanaman obat yang ditanam siswa.”Program ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan sekaligus memperkenalkan manfaat tanaman obat bagi kesehatan sejak usia sekolah,”pungkasnya.

Iwan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *