Video : Heru Warsito / Karanganyar
KARANGANYAR Kabarterkininews.co.id— Di balik kerasnya pekerjaan sebagai kuli bangunan, tersimpan kisah perjuangan penuh haru dari seorang warga Karanganyar. Adalah Sumarno (51), warga Munggur, yang akhirnya berhasil mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji setelah belasan tahun menabung dari penghasilan sederhana.
Sehari-hari, Sumarno bekerja sebagai buruh bangunan dengan upah sekitar Rp100 ribu per hari. Penghasilan yang terbilang pas-pasan itu tidak menyurutkan tekadnya untuk berangkat ke Tanah Suci.
Dengan disiplin tinggi, ia menyisihkan sekitar Rp500 ribu setiap bulan dari hasil kerjanya. Bahkan, demi mempercepat tabungan, Sumarno juga mengambil pekerjaan serabutan di luar pekerjaan utamanya.
Tekad kuat untuk menunaikan rukun Islam kelima membuatnya memberanikan diri mendaftar haji sejak tahun 2012. Saat itu, ia memanfaatkan program talangan dana haji sebagai langkah awal mewujudkan impiannya.
Perjuangan panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil. Tahun ini, Sumarno dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci bersama kelompok terbang (kloter) 59 pada 10 Mei mendatang.
Menjelang keberangkatan, ia pun mulai mempersiapkan diri secara matang, baik fisik maupun mental. Sumarno rutin berolahraga serta menyiapkan obat-obatan dan vitamin untuk menjaga kondisi tubuh selama menjalankan ibadah haji di tengah cuaca panas.
Bagi Sumarno, keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan ibadah, tetapi juga bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih impian.
Kisahnya menjadi inspirasi bahwa dengan kerja keras, kesabaran, dan tekad yang kuat, mimpi sebesar apa pun dapat diwujudkan.
Reporter: Heru Warsito | KabarterkiniNews







