Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id – Abdul Munir mengguncang perhatian publik saat mengungkap fakta mencemaskan tentang masih tingginya angka anak tidak sekolah di Kabupaten Pekalongan yang mencapai sekitar 14 ribu anak pada tahun ini. Di tengah momentum pelepasan siswa SMP NU Karangdadap, ia menyerukan gerakan bersama untuk menyelamatkan masa depan generasi muda NU melalui pendidikan yang kuat, berkarakter, dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Abdul Munir menegaskan bahwa SMP NU Karangdadap yang telah berdiri selama 23 tahun merupakan sekolah milik LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan dengan pengelolaan yang dimandatkan kepada MWC NU Karangdadap. Ia juga menekankan bahwa mulai tahun ini mekanisme pengangkatan kepala sekolah akan diusulkan oleh MWC NU Karangdadap dan disahkan oleh PCNU Kabupaten Pekalongan melalui LP Ma’arif.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar di sekolah, tetapi juga oleh kekuatan kolaborasi antara guru, orang tua, komite sekolah, dan pengurus NU. Ia mengajak seluruh elemen pendidikan untuk terus menjaga koordinasi demi mewujudkan mimpi besar mencetak generasi muda NU yang unggul di masa depan.
“Sampai hari ini SMP NU Karangdadap telah meluluskan kurang lebih 3.500 siswa. Ini menjadi modal besar untuk membangun generasi yang kuat secara ilmu dan karakter,” ujar Abdul Munir.
Ia menambahkan, pendidikan karakter harus dimulai sejak di ruang kelas hingga lingkungan keluarga. Karena itu, hubungan harmonis antara guru, murid, orang tua, dan komite sekolah harus terus diperkuat agar tercipta suasana pendidikan yang kondusif dan produktif.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Munir juga menyoroti dampak negatif penggunaan media sosial di kalangan pelajar. Ia mengingatkan agar media sosial tidak dijadikan sarana menyebar fitnah maupun perilaku negatif, melainkan dimanfaatkan sebagai media edukasi dan pengembangan diri.
Tak hanya itu, ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya angka anak tidak sekolah di Kabupaten Pekalongan. Faktor ekonomi, keterbatasan fasilitas pendidikan, hingga pernikahan dini disebut menjadi penyebab utama ribuan anak kehilangan kesempatan belajar.
Karena itu, ia mengajak seluruh lulusan SMP NU Karangdadap untuk terus melanjutkan pendidikan, baik ke pondok pesantren maupun sekolah umum ke jenjang yang lebih tinggi.
Di akhir sambutannya, Abdul Munir menyampaikan bahwa LP Ma’arif NU tengah mengupayakan program revitalisasi gedung sekolah. Gedung SMP NU Karangdadap yang dahulu dibangun melalui bantuan Bank Dunia senilai Rp1,4 miliar dinilai masih kokoh, namun membutuhkan pembenahan agar lebih representatif.
Ia berharap SMP NU Karangdadap dapat menjadi salah satu prioritas program revitalisasi gedung sekolah pada tahun 2027 mendatang.
Kermit







