Petasol, BBM Terbarukan Dari Limbah Plastik Teknologi Pyrolisis Dikembangkan BRIN DI Bantul

Bantul, KabarTerkiniNews.co.id– Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), resmi melaunching teknologi Faspol 5.0 (Pirolisis Faspol Gen 5), Pyrolisis, di Bantul. Teknologi pemenang program inovasi Pertamina Foundation (PFsains) tahun 2024 kategori Implementation tersebut, mampu merngolah sampah plastic low value, menjadi bahan bakar minyak terbarukan, setara solar.

Sukses membina lebih dari 55 bank sampah, tak heran jika salah satu penggiat lingkungan di Bantul ini, yakni Kelompok swadaya Masyarakat Pilah Berkah, di Wukirsari, Imogiri, Bantul, melimpah bahan baku.Namun, ada satu tantangan besar, yakni pengolahan sampah plastik low value, yang bernilai ekonomi rendah.

Bacaan Lainnya

Beruntung, konsep keberhasilan pemberdayaan dwri kelompok penggiat lingkungan ini, dilirik oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), untuk menempatkan salah satu inovasi teknologi temuannya, untuk membantu menyelesaikan sampah plastik low value agar bernilai ekonomi lebih.

“Sampah plastik low value ini memang menjadi masalah semua, kadang hanya berakhir di pembakaran yang mencemari lingkungan,” tutur Heru Susanto, peneliti BRIN.Dengan iInovasi teknologi faspol seri 5, yang diberinama Pyrolisis tersebut, sampah plastik diolah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM), setara solar.

“Inovasi hasil riset kami ini, merupakan teknologi pengubah plastik menjadi bahan bakar minyak terbarukan,” ujarnya.

Heru menambahkan, dalam sekali produksi, terobosan alternatif sampah solid ini mampu bekerja selama 8 jam, dengan kapasitas 50 kilogram dapat menghasilkan 50 liter bbm sejenis Solar, yang diberinama Petasol.

“Kapasitas nya 50 Kg, dengan daya serap 1:1, hasilnya 50 liter BBM sejenis solar,” imbuhnya.

Inovasi teknologi hasil risetnya itupun, juga sebelumnya telah resmi dilaunching, di Wukirsari, Imogiri, Bantul, Selasa (10/06/2026).

“Acara launching itu, sekaligus mengenalkan teknologi riset kami, untuk membantu menyelesaikan persoalan sampah plastik, serta membawa solusi ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, secara simbolis juga dilakukan pengisisan BBM Petasol kesejumlah kendaraan bermesin diesel, dan dilakukan langsung uji jalan.

BRIN juga menegaskan, bahwa hasil Bahan Bakar Minyak Petasol yang dihasilkan, juga telah melqlui uji karakteristik, dan uji kualitas bersama produsen BBM terbarukan seluruh Indonesia oleh Kementerian ESDM.

“Petasol kita ini, terbukti 86-90 persen sesuai dengan standar Dirjend Migas nomor 146 tahun 2020, yang menjadi basis standar petasol tersebut,” tegasnya.

Pihaknya juga mengklaim, bahwa BBM terbarukan Petasol yang telah dihasilakn dari pengolahan limbah plastik tersebut, juga aman digunakan untuk opersional kendaraan jenis diesel.

“Kami sudah membuktikan di lapangan, bahwa sudah aman digunakan untuk kendaraan-kendaraan, karena hasil BBM terbarukan ini, sudah lolos uji kualitas dari ESDM,” Pungkasnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari menyebut, bahwa teknologi Faspol 5.0 (Pirolisis Faspol Gen 5) tersebut, merupakan pemenang program inovasi Pertamina Foundation (PFsains) tahun 2024 kategori Implementation, serta meraih penghargaan bergengsi selama dua tahun berturut-turut pada 2024 dan 2025.

“Kita berbangga dan bahagia,yang mampu menyelsaikan persooalan lingkungan ,bahkan menciptakan BBM terbarukan, ” terangnya.

Pihaknya mengaku bangga, karena teknologi tersebut kini diterapkan di masyarakat, slah satunya penggiat lingkungan, untiluk membantu Pemerintah dalam menyelesaikan persoalan sampah.

Joko Pramono

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *