HAMPIR SETAHUN ,ASAP SAMPAH KEPUNG PERUMNAS UNS NGRINGO, WARGA KELUHKAN SESAK NAPAS

Foto : Kepulan asap terlihat dari area pengolahan sampah TPA Kukun Ngringo yang berdekatan dengan kawasan Perumnas UNS Ngringo Palur ( 11/06/26)

KARANGANYAR Kabarterkininews.co.id – Kepulan asap dari area pengolahan sampah TPA Kukun di Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar kembali dikeluhkan warga Perumnas UNS V. Asap dan bau menyengat yang muncul hampir setiap hari disebut mengganggu aktivitas warga hingga memicu keluhan gangguan pernapasan.

Dari rekaman udara yang diperoleh Kabar Terkini News, terlihat hamparan tumpukan sampah berada tidak jauh dari kawasan permukiman warga. Kepulan asap tampak muncul dari sejumlah titik di area pengolahan sampah yang selama ini menjadi sumber keluhan masyarakat.

Menurut sejumlah warga, persoalan tersebut telah berlangsung hampir satu tahun terakhir. Saat angin bertiup ke arah permukiman, asap dan bau menyengat masuk hingga ke rumah-rumah warga.

Tidak hanya itu, warga juga mengaku khawatir terhadap percikan api yang terkadang terbawa angin dari area pengolahan sampah menuju kawasan perumahan.

“Kami sering mencium bau menyengat. Kalau angin ke arah perumahan, asap masuk ke rumah dan sangat mengganggu,” ungkap Ito salah seorang warga.

Warga menilai asap berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang masih terjadi di lokasi pengolahan sampah tersebut.

Dari pantauan di lapangan, asap juga terlihat keluar dari area tobong atau fasilitas pembakaran sampah yang berada di lokasi. Warga menilai fasilitas tersebut belum mampu mengendalikan asap secara optimal.

Sementara itu, Mariman salah satu petugas pengelola sampah BUMDES Ngringo menagatakan pihakjnya tidak  melakukan pembakaran sampah secara terbuka sebagai bagian dari operasional rutin. Menurutya, proses pembakaran tetap dilakukan menggunakan tobong yang tersedia di lokasi. Terkait dengan banyaknya titik sebaran api pihaknya mengaku tidak tahu siapa yang melakukan . Meski demikian pekerja di TPA Kukun mengakui jika kondisi fasilitas pembakaran tersebut sudah tidak lagi ideal dan memerlukan perbaikan. Pengelola juga mengaku telah memasang papan larangan membakar sampah di luar area tobong.

“Kami membakar sampah di tobong. Bahkan sudah dipasang tulisan larangan membakar sampah di luar tobong. Tapi setelah petugas pulang sekitar pukul empat sore, kadang ditemukan bekas pembakaran di luar area tobong dan kami tidak mengetahui siapa yang melakukannya,” kata salah satu petugas.

Menanggapi keluhan warga, Pemerintah Kecamatan Jaten, Kamis (11/6/2026) sengaja memfasilitasi pertemuan antara warga, pemerintah desa, pengelola sampah, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Camat Jaten Dalono mengatakan pihaknya berupaya menjembatani komunikasi seluruh pihak agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara bersama-sama.

“Kami berupaya memfasilitasi komunikasi antara warga, pemerintah desa, pengelola dan OPD terkait agar persoalan ini bisa dibahas bersama dan dicari solusi terbaik,” ujarnya.

Meski demikian, hingga pertemuan terakhir digelar, belum terdapat rumusan solusi konkret yang disepakati seluruh pihak. Warga berharap upaya mediasi yang telah dilakukan pemerintah segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata untuk mengurangi dampak asap dan bau yang selama ini mereka rasakan.

Heru

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *