Sleman, KabarTerkiniNews.co.id – Setelah sempat mengalami pasang surut, baik dari sisi kualitas maupun jumlah peserta didik, SD Muhammadiyah Komplek Kolombo kini menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Sekolah dasar yang berdiri sejak 1965 ini terus melakukan pembenahan menyeluruh untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat pendidikan karakter Islami.
Berlokasi di kawasan Komplek Masjid Jenderal Soedirman (MJS) Kolombo, Kapanewon Depok, Sleman, sekolah ini menjadi bagian dari salah satu pusat pendidikan Muhammadiyah yang telah lama dikenal masyarakat. Dalam satu kawasan yang sama juga berdiri SMP Muhammadiyah dan SMA Muhammadiyah, sehingga menciptakan lingkungan pendidikan yang berkesinambungan dari jenjang dasar hingga menengah.
Kepala SD Muhammadiyah Komplek Kolombo, Aris Setiawan, mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan transformasi sekolah dengan mengadopsi sejumlah praktik baik dari SD Muhammadiyah Condongcatur yang dikenal sebagai salah satu sekolah dasar favorit di Sleman dan DIY.
“Kami terus berbenah, tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter Islami siswa sejak dini. Harapannya, anak-anak memiliki akhlak yang baik sekaligus mampu berprestasi,” ujar Aris kepada Disway Jogja, Rabu (17/6/2026).
Salah satu program unggulan yang kini diterapkan adalah literasi Al-Qur’an setiap pagi. Selama 15 hingga 20 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, seluruh siswa mengikuti pembelajaran membaca Iqra maupun Al-Qur’an sesuai kemampuan masing-masing.
Program tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Menurut Aris, perubahan perilaku siswa mulai terlihat semakin baik. Disiplin, sopan santun, serta semangat belajar meningkat dan berdampak pada prestasi akademik maupun nonakademik.
Berbagai capaian berhasil diraih para siswa, mulai dari prestasi akademik hingga non akademik seperti olahraga. Bahkan, sekolah ini mampu menorehkan prestasi tingkat nasional melalui cabang olahraga karate.
Perkembangan positif juga tampak pada penerimaan peserta didik baru. Untuk tahun ajaran ini, kelas I telah membuka dua rombongan belajar (rombel). Selain itu, untuk pertama kalinya dalam sejarah sekolah, SD Muhammadiyah Komplek Kolombo juga telah memiliki calon peserta didik inden, meski baru berjumlah empat anak.
“Bagi kami ini menjadi kebanggaan sekaligus tanda bahwa kepercayaan masyarakat mulai tumbuh kembali. Semoga menjadi awal kebangkitan sekolah,” kata Aris.
Sekolah Bersejarah di Kawasan Masjid Jenderal Soedirman. SD Muhammadiyah Komplek Kolombo merupakan salah satu sekolah dasar Muhammadiyah yang memiliki sejarah panjang di Yogyakarta. Berdiri sejak 1965, sekolah ini berada di lingkungan Masjid Jenderal Soedirman (MJS) Kolombo, masjid yang selama puluhan tahun dikenal sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan pembinaan generasi muda Muhammadiyah.
Keberadaan sekolah di dalam kompleks masjid memberikan keunggulan tersendiri. Selain mendapatkan pendidikan formal, para siswa juga tumbuh dalam lingkungan religius yang mendukung pembiasaan ibadah, pembentukan karakter, serta nilai-nilai keislaman sejak usia dini.
Dengan semangat pembaruan yang terus dilakukan, SD Muhammadiyah Komplek Kolombo berharap kembali menjadi salah satu sekolah dasar pilihan masyarakat di Sleman dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dhani








