Pasca-Bentrokan Pesilat, Warga Mranggen Masih Cemas, Polisi Turun Langsung Pulihkan Rasa Aman

Foto : Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo bersama jajaran personel Polwan.saat mengunjungi warga Dukuh Mranggen, Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Selasa (8/9/2026). Tio Nusa

SUKOHARJO Kabarterkininews.co.id – Suasana pascabentrokan antarperguruan silat masih menyisakan kecemasan bagi warga Dukuh Mranggen, Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo.

Untuk membantu memulihkan kondisi psikologis warga sekaligus mengembalikan rasa aman, Polres Sukoharjo menggelar trauma healing, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo bersama jajaran personel Polwan.

Polisi tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga mendatangi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat yang terdampak secara psikologis setelah insiden bentrokan.

Polisi Rangkul Warga

Dalam kegiatan tersebut, warga diajak berinteraksi secara langsung melalui pendekatan yang persuasif dan humanis.

Kehadiran polisi di tengah masyarakat diarahkan untuk membantu mengurangi rasa cemas, takut, dan trauma yang masih dirasakan warga setelah bentrokan terjadi.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan, kehadiran polisi di tengah warga merupakan bentuk dukungan agar masyarakat tidak merasa menghadapi situasi tersebut sendirian.

“Kehadiran kami di sini untuk memberikan dukungan kepada masyarakat. Kami ingin memastikan warga tidak merasa sendiri setelah kejadian yang mereka alami,” ujar Anggaito.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun kembali komunikasi dan rasa percaya masyarakat setelah terjadi konflik.

Tak Hanya Trauma Healing, Warga Juga Diberi Santunan

Selain pendampingan psikologis, Polres Sukoharjo juga memberikan santunan kepada warga yang terdampak langsung akibat insiden tersebut.

Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial kepolisian kepada masyarakat yang merasakan dampak dari konflik.

Bagi warga, pemulihan pascabentrokan bukan hanya berkaitan dengan situasi keamanan di lingkungan, tetapi juga bagaimana mereka dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa dihantui rasa takut.

Pulihkan Kamtibmas dari Masyarakat

Polres Sukoharjo menyebut kegiatan trauma healing sebagai bagian dari upaya memulihkan keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas pascakonflik.

Polisi berharap warga Desa Mranggen dapat segera bangkit dari rasa trauma dan kembali beraktivitas secara normal.

Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan ikut menjaga kerukunan serta menciptakan lingkungan yang kondusif agar konflik serupa tidak kembali mengganggu kehidupan warga.

Bentrokan antarperguruan silat tidak berhenti ketika massa bubar. Dampaknya bisa meninggalkan rasa takut di tengah masyarakat yang tidak terlibat langsung dalam konflik.

Karena itu, pemulihan pascakonflik membutuhkan lebih dari sekadar pengamanan.

Mengembalikan rasa aman warga, membangun komunikasi, memberikan pendampingan, dan merawat kerukunan menjadi bagian penting agar masyarakat benar-benar dapat kembali normal. ( Nas /Her)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *