Jakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Menyikapi berbagai bencana yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia dan menimbulkan penderitaan serta
dampak serius bagi manusia dan alam. Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mengeluarkan pesan pastoral dalam menghadapi situasi bencana alam di Indonesia
Dalam siaran persnya PGI mengingatkan bahwa bencana yang terjadi merupakan bukti kehidupan manusia begitu rentan dan tidak terpisahkan dari alam serta ciptaan Tuhan lainnya. Untuk itu gereja dipanggil hadir sebelum, saat dan sesudah bencana.
Kegiatan ini bisa dimulai keluarga, jemaat dan komunitas dengan mengenali resiko di wilayahnya masing-masing, memahami tanda-tanda bahaya, mengetahui jalur evakuasi dan tempat aman serta menyiapkan kebutuhan dan rencana kedaruratan.
PGI juga melihat perlu diberikan perhatian khusus kepada anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa tidak seorang pun dari mereka yang ditinggalkan.
Pada saat yang sama umat Kristen dipanggil untuk menjaga lingkungan, menggunakan sumber daya secara bertanggung jawab dan menolak keserahkahan yang mengorbankan kehiduan dan alam demi kepentingan tertentu.
Dengan demikian gereja dapat menjadi komunitas yang belajar, bersiap, mencegah, melindungi dan bertindak. Menjaga kehidupan adalah panggilan iman dan mengurangi resiko bencana adalah panggilan tersebut.
Disisi lain, Gereja dipanggil untuk mewujudkan iman melalui tindakan nyata dengan menjaga kehidupan, merawat bumi, memperjuangkan keadilan ekologis dan memastikan generasi mendatang tetap memiliki rumah kehidupan yang layak. Merawat ciptaan berarti menghormati karya Allah dan menjalankan tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita.
Disamping itu PGI juga menyerukan dalam semangat keugaharian (sederhana-red) gereja dipanggil untuk mencukupkan diri , mengunakan sumber daya secara bertanggung jawab dan menghidupkan semangat berbagi ke sesama.
Dengan demikian, gereja turut menjaga bumi sebagai rumah bersama yang baik bagi seluruh ciptaan kini dan generasi yang akan datang.
Pesan pastoral PGI ditutup dengan mengajak seluruh gereja anggota PGI untuk menaikan doa bersama bagi saudara-saudara yang terdamak bencana di berbagai wilayah di Indonesia. Doa bersama akan dilaksanakan di jemaat masing masing dalam ibadah Minggu 13 September 2026.
Secara khusus bagi mereka yang berada di sekitar gunung api yang mengalami erupsi, khususnya masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau, di Lampung, Gunung Sinabung di Sumatera Utara, Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Ili Lewotolok dan Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur serta Gunung Semeru di Jawa Timur.
Doa bersama juga ditujukan bagi masyarakat yang menghadapi musibah kebakaran hutan antara lain Riau, Jambi,Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Papua, Papua Barat dan Papua Tengah.
Termasuk mereka yang sedang mengalami proses pemulihan pasca bencara yaitu Nusa Tenggara Timur, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Daniel Siahaan





