Wamen Diktisaintek Dorong Kerja Sama Kampus dan Pemda, Bentuk Konsorsium Perguruan Tinggi

Yogyakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta menginisiasi pembentukan konsorsium perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebanyak 14 PTN dan PTS terlibat dalam 22 konsorsium yang tersebar di empat kabupaten dan satu kota madya di wilayah DIY.

Wakil Menteri Diktisaintek, Fauzan mengatakan konsorsium ini dimaksudkan sebagai upaya kolaborasi dan kerja sama antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah dan dunia usaha.

Bacaan Lainnya

“Perguruan tinggi ini kan pada hakikatnya tempatnya orang pintar, orang unggul, ada mahasiswa dan dosen yang memiliki kepakaran berbeda-beda. Tentu itu harus kita gerakkan, bekerja sama dengan instansi terkait untuk bersama-sama mengatasi masalah, kata Fauzan usai membuka Sarasehan Sains dan Teknologi Yogyakarta (SSTY), di Sleman, Rabu (9/9/2026).

Menurut Fauzan, adanya konsorsium ini akan membuat hasil kerja untuk mengatasi masalah di DIY semakin efektif. Sebab perguruan tinggi tidak lagi bekerja sendiri, tapi saling bekerja sama dengan Pemda dan instansi terkait.

“Oleh karena itu kita berharap betul perguruan tinggi-perguruan tinggi yang ada di DIY ini berkontribusi atau menjadi problem solver terhadap persoalan-persoalan yang tadi sudah disampaikan oleh Gubernur DIY. Saya kita itu semangatnya,” ujarnya.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan konsorsium perguruan tinggi se-DIY akan semakin meningkatkan peran kampus dalam mengatasi persoalan di DIY. Apalagi selama ini sudah banyak kerja sama yang dilakukan pemerintah daerah dengan perguruan tinggi.

“Kita selama ini juga banyak dengan perguruan tinggi pemerintah maupun swasta melakukan MoU, jadi hanya tinggal dengan kebijakan secara menyeluruh, nasional begini bisa lebih efektif di dalam pola dialog maupun pendekatan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah V, Setyabudi Indartono menyampaikan bahwa SSTY 2026 menjadi ruang untuk memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.

“Perguruan tinggi memiliki sumber daya pengetahuan, peneliti, dan inovasi yang sangat besar. Melalui SSTY, kami ingin memastikan potensi tersebut semakin terhubung dengan kebutuhan nyata masyarakat dan pembangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta,” jelasnya.

SSTY 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem riset di Yogyakarta. Sekaligus mendorong perguruan tinggi memberikan kontribusi yang semakin nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat DIY.

Andri Tiyo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *