Plan Indonesia Sialisasikan JENGGALA, Perkuat Kepemimpinan Kaum Muda dan Ketahanan Iklim

Soe,KabarTerkiniNews.co.id– Plan Indonesia secara resmi  menyosialisasikan program JENGGALA (Jaringan Kaum Muda untuk Gerakan Gender dan Ketahanan Iklim Berkelanjutan) di Aula Mutis, Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.

Program yang didanai oleh Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC) ini akan berlangsung selama empat tahun untuk memperkuat ketahanan orang muda, khususnya perempuan muda di pedesaan, terhadap dampak perubahan iklim.

Sosialisasi program dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, organisasi kepemudaan, akademisi, mitra pembangunan, dan kaum muda dari wilayah implementasi program. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi multipihak dalam mendukung pembangunan yang inklusif, responsif gender, dan tangguh terhadap perubahan iklim.

Sebagai organisasi hak anak dan kemanusiaan yang telah bekerja di Indonesia sejak 1969, Plan Indonesia terus berkomitmen mendorong pemenuhan hak anak dan pemberdayaan kaum muda, terutama perempuan muda dan kelompok yang paling terpinggirkan. Melalui JENGGALA, Plan Indonesia memperkuat peran generasi muda sebagai agen perubahan yang mampu menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan di komunitasnya.

Program JENGGALA akan dilaksanakan di Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Nagekeo di Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta Kabupaten Takalar di Provinsi Sulawesi Selatan. Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 39.320 individu, termasuk 4.000 penerima manfaat langsung berusia 18 hingga 30 tahun, dengan sedikitnya 60 persen perempuan muda dan 4 persen penyandang disabilitas.

JENGGALA hadir di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat akibat perubahan iklim. Di Nusa Tenggara Timur, kekeringan, keterbatasan sumber air, dan tingginya ketergantungan pada sektor pertanian memengaruhi kehidupan masyarakat pedesaan. Sementara di Takalar, perubahan pola musim dan tekanan terhadap sektor pertanian serta perikanan menuntut adanya solusi yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Dalam situasi tersebut, kaum muda memiliki peran strategis untuk memimpin transformasi di tingkat komunitas.

“Perubahan iklim tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memperbesar kesenjangan yang selama ini dihadapi perempuan dan kelompok rentan. Melalui JENGGALA, Plan Indonesia ingin memastikan bahwa perempuan muda dan kaum muda di pedesaan memiliki kesempatan, kapasitas, dan ruang untuk memimpin aksi nyata yang membangun ketahanan komunitas mereka,” ujar Ida Ngurah, Direktur Program Plan Indonesia. Selasa (15/9/2026).

Menurut Ngurah, JENGGALA merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan generasi muda sekaligus mendorong pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan.

“Perempuan muda dan kaum muda berada di garis depan dampak perubahan iklim, tetapi mereka juga memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin perubahan. Melalui JENGGALA, kami ingin memperkuat kapasitas, suara, dan kepemimpinan mereka agar mampu menciptakan solusi yang relevan bagi komunitasnya,” tambah Ngurah.

Program JENGGALA berfokus pada tiga area utama, yaitu penguatan kepemimpinan orang muda yang transformatif gender, peningkatan mata pencaharian berkelanjutan melalui green skills dan kewirausahaan, serta penguatan tata kelola yang inklusif dengan mendorong partisipasi kaum muda dalam proses pengambilan keputusan.

Melalui program ini, Plan Indonesia berharap semakin banyak kaum muda, khususnya perempuan muda, yang menjadi pemimpin perubahan dan berkontribusi dalam mewujudkan komunitas yang lebih tangguh, setara, dan berkelanjutan dalam menghadapi krisis iklim.

Adapun Plan International telah bekerja di Indonesia sejak 1969 dan resmi menjadi Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) pada 2017. Plan Indonesia bekerja untuk memperjuangkan pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan.

Plan Indonesia juga bekerja bersama kaum muda, untuk memastikan partisipasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan terkait hidup mereka.

Sebagai bagian dari Plan International Inc., Plan Indonesia memiliki program anak sponsor. Plan Indonesia telah membina 32 ribu anak perempuan dan laki-laki di Nusa Tenggara Timur, dengan lima komitmen untuk memenuhi hak dasar mereka, yaitu hak atas akta kelahiran, vaksin dasar, air bersih, sanitasi, dan kebersihan, juga pendidikan.

Plan Indonesia bekerja pada 8 provinsi dengan program-program yang bertujuan untuk membangun generasi yang Sehat, Teredukasi, Berdaya, Aman dan Tangguh. Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, agensi, dan gerakan sosial yang melibatkan dan menargetkan agar 3 juta anak perempuan mendapatkan kekuatan yang setara, kebebasan yang setara, dan representasi yang setara.

Rudi R

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *