11 Siswa Mual dan Pusing Dugaan Keracunan MBG di MI Pringlangu Pekalongan, Kepala Sekolah Dipanggil Polisi

Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id – Dugaan gangguan kesehatan setelah pembagian program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di lingkungan MI Pringlangu 01 dan 03, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Rabu (16/9/2026).

Sebanyak 11 siswa dilaporkan mengalami keluhan berupa mual dan pusing setelah menerima makanan MBG. Para siswa kemudian mendapat penanganan dari petugas puskesmas yang datang langsung ke sekolah.

Bacaan Lainnya

Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian setelah informasi mengenai dugaan keracunan makanan disampaikan kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Robin Hood 23.

Ketua LSM Robin Hood 23, M. Arif, mengatakan pihaknya menerima informasi tersebut dari salah satu orang tua siswa. Orang tua tersebut, kata Arif, meminta agar identitasnya tidak dipublikasikan.

“Kami mendapat informasi langsung dari orang tua murid yang tidak mau disebutkan namanya. Kami sangat miris jika makanan yang diberikan kepada anak-anak diduga tidak layak untuk disajikan,” kata Arif, Kamis (17/9/2026).

Menurut Arif, dugaan kejadian tersebut perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak yang menerima program MBG. Dia juga meminta pihak terkait bertanggung jawab apabila nantinya hasil pemeriksaan membuktikan adanya masalah pada makanan yang dibagikan.

“Kasihan anak-anak kalau sampai menjadi korban dugaan bisnis orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kami berharap pihak MBG bertanggung jawab penuh terkait dugaan keracunan tersebut,” ujarnya.

Arif juga meminta agar pemberian MBG di sekolah dihentikan sementara sampai penyebab munculnya keluhan kesehatan pada para siswa diketahui. “Kami juga meminta sekolah untuk menghentikan MBG tersebut sementara waktu, sampai persoalan ini benar-benar jelas dan ada jaminan makanan yang diberikan aman bagi anak-anak,” tegasnya.

11 Siswa Mengalami Mual dan Pusing

Pengurus Yayasan Islam Katijoyo MII Pringlangu (TAKHASSUS), Abdul Kholik, membenarkan adanya laporan mengenai sejumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah menerima makanan MBG.

Kholik mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya dari kepala sekolah, terdapat 11 siswa yang mengalami keluhan mual dan pusing. Meski demikian, kondisi para siswa disebut relatif ringan. Petugas puskesmas langsung datang ke sekolah untuk memberikan penanganan.

“Gejalanya kemarin itu mual, pusing. Alhamdulillah ditangani langsung dari puskesmas, tidak sampai menginap. Puskesmasnya langsung datang ke sekolahan,” jelas Kholik.

Penanganan awal dilakukan di lingkungan sekolah sehingga para siswa tidak perlu dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan. Kholik menambahkan, informasi yang diterimanya berasal dari laporan kepala sekolah.

Ia menyebut siswa yang mengalami keluhan tersebut berasal dari sekolah reguler yang berada di sekitar masjid. Sementara itu, MI Pringlangu 01 dan 03 serta madrasah yang berada di lokasi tersebut disebut masih berada dalam satu naungan yayasan. “Kalau saya itu hanya informasi dari laporan dari kepala sekolah dan sudah ditangani selesai,” katanya.

Kepala Sekolah Dipanggil Polisi

Peristiwa tersebut kemudian berlanjut ke proses permintaan keterangan oleh pihak kepolisian. Kholik mengungkapkan bahwa kepala sekolah dipanggil polisi pada Kamis (17/9/2026) untuk memberikan keterangan terkait kejadian yang berlangsung sehari sebelumnya. Selain kepala sekolah, pihak yang mengetahui kejadian tersebut juga disebut turut dimintai keterangan.

“Hari ini posisi kepala sekolah dipanggil di Polisi. Yang dipanggil kepala sekolah dan yang tahu kemarin,” ujarnya. Tak hanya meminta keterangan, pihak kepolisian juga disebut melakukan pemantauan terhadap kondisi para siswa.

Menurut Kholik, petugas bahkan mendatangi sejumlah rumah siswa untuk mengetahui kondisi mereka setelah mengalami keluhan kesehatan.

“Malamnya saya suruh monitor barangkali ada tindak lanjut, ternyata dari Polsek itu sudah ke rumah-rumah,” ungkapnya.

Menu MBG Disebut Kacang Hijau

Mengenai makanan yang dibagikan pada Rabu (16/9/2026), Kholik menyebut menu yang diketahuinya berupa kacang hijau. Pembagian makanan MBG di lingkungan sekolah, kata dia, biasanya dilakukan pada sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. “Untuk menunya saya tahunya kacang ijo. Untuk pembagian kemarin itu biasanya jam 9-10 itu pembagiannya,” tuturnya.

Hingga Kamis (17/9/2026), belum diketahui secara pasti penyebab mual dan pusing yang dialami 11 siswa tersebut. Dengan demikian, dugaan keracunan makanan MBG masih memerlukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan apakah keluhan kesehatan tersebut benar-benar berkaitan dengan makanan yang dibagikan. Pihak kepolisian juga masih melakukan pengumpulan keterangan terkait peristiwa tersebut.

Kermit

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *