Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id – Suasana meriah Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) justru berubah menjadi mencekam. Di tengah kerumunan penonton, diduga terjadi aksi penganiayaan yang melibatkan sejumlah remaja. Bukan hanya satu kejadian.
Penyidik Satreskrim Polres Pekalongan Kota kini mendalami dua peristiwa penganiayaan yang ternyata menelan tiga korban dalam rangkaian acara tersebut. Fakta terbaru ini terungkap setelah seorang korban lainnya, berinisial M-S-A (26), warga Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Pekalongan Kota pada Rabu (16/9) siang.
M-S-A datang untuk memberikan keterangan sebagai saksi korban terkait dugaan pengeroyokan yang dialaminya ketika menyaksikan pagelaran Simbang Kulon Night Carnival. Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setyanto, membenarkan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman.
“Masih kami dalami. Para saksi korban sudah memberikan keterangan,” kata Setyanto. Menurut penyidik, perkara tersebut tidak hanya berkaitan dengan penganiayaan terhadap dua korban yang sebelumnya diketahui merupakan kakak beradik pedagang sosis asal Purbalingga.
Kini muncul korban lain yang mengaku menjadi sasaran pengeroyokan dalam kericuhan yang terjadi di lokasi karnaval.
Berawal dari Senggolan, Berakhir Pengeroyokan
Dalam keterangannya kepada penyidik, M-S-A mengungkapkan bahwa dirinya datang ke acara tersebut bersama sejumlah rekannya untuk menyaksikan karnaval. Namun, situasi berubah ketika dirinya mengaku disenggol oleh salah seorang yang diduga pelaku.
Bukannya berakhir begitu saja, senggolan tersebut disebut berlanjut dengan tantangan. M-S-A kemudian mengaku tiba-tiba dikeroyok oleh sejumlah orang. Rekan-rekannya yang melihat kejadian tersebut berusaha memberikan pertolongan dan melerai aksi pengeroyokan.
Namun, menurut keterangan korban, situasi justru semakin brutal. Aksi penganiayaan terhadap M-S-A baru berhenti ketika perhatian para pelaku beralih kepada sasaran lain.
Pedagang Sosis Ikut Jadi Sasaran Menurut M-S-A, ketika suasana masih memanas, terdapat pedagang sosis yang membunyikan klakson kendaraannya untuk meminta jalan agar dapat melintas.
Namun, bunyi klakson tersebut diduga justru memicu aksi berikutnya. Para pelaku kemudian disebut mengalihkan sasaran kepada dua orang pedagang sosis tersebut. Dua korban yang diketahui merupakan kakak beradik asal Purbalingga itu diduga kemudian menjadi korban penganiayaan.
“Karena waktu itu suasana masih memanas, ada pedagang sosis yang membunyikan klakson untuk meminta jalan dan para pelaku kemudian menganiaya keduanya hingga saya akhirnya diselamatkan oleh teman-teman saya,” ungkap M-S-A.
Dengan munculnya keterangan tersebut, polisi kini mendalami rangkaian kejadian yang diduga terjadi dalam suasana kerumunan karnaval. Identitas Terduga Pelaku Sudah Dikantongi Polisi
Di tengah proses penyelidikan, Satreskrim Polres Pekalongan Kota menyatakan telah mengantongi identitas sejumlah orang yang diduga terlibat. Identitas tersebut salah satunya diperoleh dari rekaman video kejadian yang beredar.
Video tersebut menjadi salah satu bahan bagi penyidik untuk mengidentifikasi orang-orang yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan. Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman terhadap masing-masing peristiwa, termasuk keterangan para korban dan saksi.
Penyidik juga masih perlu mencocokkan keterangan yang diperoleh dengan bukti-bukti yang ada untuk memastikan rangkaian kejadian serta peran masing-masing pihak. Hingga Rabu (16/9) siang, proses penyelidikan masih berlangsung.
Kasus yang awalnya mencuat akibat dugaan penganiayaan terhadap dua pedagang sosis tersebut kini berkembang setelah polisi menemukan adanya peristiwa lain dengan korban berbeda. Artinya, penyidik kini tidak hanya menangani satu kejadian. Ada dua peristiwa yang didalami dan tiga korban yang telah memberikan keterangan.
Polisi masih terus mengusut kasus tersebut untuk mengungkap secara terang apa yang sebenarnya terjadi di tengah kerumunan Simbang Kulon Night Carnival.
Kermit





