Kemenag Pekalongan Benarkan 11 Siswa, Keluhkan Mual-Pusing Usai Santap MBG

Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pekalongan kembali menjadi sorotan. Sebanyak 11 siswa dilaporkan mengalami keluhan mual dan pusing setelah menerima makanan MBG pada Rabu (16/9/2026). Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan membenarkan adanya kejadian tersebut setelah melakukan konfirmasi langsung kepada pihak madrasah.

Namun, Kemenag Kota Pekalongan meluruskan informasi mengenai lokasi sekolah yang sebelumnya beredar. Berdasarkan hasil konfirmasi, kejadian tersebut disebut terjadi di MI 01 dan MI 02, bukan MI 01 dan 03 seperti informasi yang sebelumnya diberitakan.

Bacaan Lainnya

Humas Kemenag Kota Pekalongan, Supriyanto, mengatakan pihaknya telah melakukan konfirmasi kepada madrasah pada Jumat (18/9/2026).

“Hari Jumat kemarin tanggal 18 kami sudah melakukan konfirmasi ke pihak madrasah. Dari pihak madrasah membenarkan kejadian tersebut, namun bukan MII 01 dan 03 seperti yang di berita, tetapi MI 01 dan 02. Kami juga mengunjungi salah satu siswa yang terdampak pada hari itu untuk memastikan kondisinya. Alhamdulillah saat itu keadaan anaknya sehat,” ujar Supriyanto saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (21/9/2026).

Kemenag Pastikan Kondisi Siswa Sudah Sehat

Supriyanto menjelaskan, setelah mengalami keluhan kesehatan, para siswa langsung mendapatkan penanganan. Menurut informasi yang diterima Kemenag, kondisi siswa berangsur membaik pada hari yang sama. Bahkan, keesokan harinya para siswa disebut sudah kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

“Kasi Pendidikan Madrasah, H. Gunawan, S.H., sudah mengunjungi korban. Menurut informasi, pada saat kejadian langsung ditangani, siang sudah sehat, besok sudah berangkat sekolah dan beraktivitas seperti biasa,” paparnya.

Sebelumnya, informasi mengenai 11 siswa yang mengalami mual dan pusing setelah menerima makanan MBG di lingkungan Pringlangu juga telah muncul ke publik. Para siswa disebut mendapatkan penanganan langsung dari petugas puskesmas yang datang ke sekolah.

Kemenag Sampaikan Empati

Kemenag Kota Pekalongan menyampaikan empati kepada para siswa yang mengalami keluhan kesehatan serta keluarga mereka. Supriyanto menegaskan, keselamatan dan kesehatan siswa menjadi perhatian utama, terutama dalam pelaksanaan program MBG yang ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi anak.

“Terkait dari peristiwa tersebut kami dari Kankemenag Kota Pekalongan menyampaikan empati sebesar-besarnya kepada anak-anak yang terdampak beserta orang tua siswa. Keselamatan, kesehatan anak adalah prioritas kami saat ini,” kata Supriyanto.

Dia menambahkan, kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi bersama agar pelaksanaan program MBG di lingkungan madrasah dapat berjalan dengan memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan siswa.

“Kami berkomitmen agar kejadian ini menjadi bahan evaluasi bersama demi memastikan program MBG ke depan berjalan aman, sehat dan membawa manfaat nyata bagi tumbuh kembang siswa madrasah,” tandasnya.

Penyebab Keluhan Masih Perlu Dipastikan

Meski 11 siswa dilaporkan mengalami mual dan pusing setelah menerima makanan MBG, istilah dugaan keracunan masih perlu ditempatkan secara hati-hati. Keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan tidak serta-merta membuktikan bahwa makanan tersebut menjadi penyebabnya.

Informasi sebelumnya menyebut para siswa mendapat penanganan dari petugas puskesmas dan tidak sampai menjalani rawat inap. Pihak kepolisian juga disebut telah meminta keterangan terkait kejadian tersebut.

Dengan adanya klarifikasi dari Kemenag Kota Pekalongan, perhatian kini tertuju pada evaluasi pelaksanaan MBG di lingkungan madrasah, sekaligus memastikan keamanan makanan yang diterima para siswa.

Kemenag berharap program MBG tetap dapat memberikan manfaat bagi peserta didik dengan pelaksanaan yang aman, sehat, dan sesuai dengan tujuan pemenuhan gizi anak.

Kermit

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *