Surakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Wali Kota Solo, Respati Ardi mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Solo untuk berani meningkatkan kapasitas usaha dengan membidik pasar premium.
Menurutnya, dengan meningkatkan kualitas, produk UMKM akan dapat lebih bernilai dibandingkan dengan produk biasa yang hanya berfokus pada memperbanyak jumlahnya.
Hal tersebut disampaikan Respati saat melaunching Beli Lokal x Pilihan BuSan oleh Tokopedia bersama Menteri Perdagangan, Budi Santoso pada Senin (21/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Respati mengatakan jika strategi penguatan fundamental ekonomi Kota Solo saat ini menggunakan konsep Pareto 80:20.
Skema yang digunakan yakni 80 persen akan ditangani Pemkot Solo dengan melakukan intervensi mendukung masyarakat pada segmen ekonomi massal melalui berbagai program, seperti festival UMKM, pasar rakyat, hingga penyelenggaraan konser dan penyediaan akses publik.
Lalu pada 20 persen, dia mengajak para pelaku usaha dapat berani mengambil peran dengan menyasar konsumen yang memiliki daya beli lebih tinggi melalui strategi up selling dan menyasar top spenders.
Menurutnya, pelaku usaha harus mulai optimis meningkatkan harga jual dengan diimbangi peningkatan kualitas produk. Strategi tersebut dapat dilakukan dengan menaikkan kualitas maupun memperkuat nilai produk dan tidak hanya menaikan kuantitas saja.
“Mulai berani berjualan mahal, dengan menaikan sedikit kualitas, kuantitas kita tekan sehingga konsep 80:20 ini menjadi nyata,” ujar Respati.
Konsep ini juga sejalan dengan rencana Solo sebagai wellness city pada 2030. Pelaku usaha mesti memahami adanya perubahan perilaku konsumen dan pergeseran pasar sehingga produk lokal tidak hanya menyasar konsumen dengan daya beli massal.
Dan salah satu dukungan yang sudah disiapkan adalah menyiapkan sejumlah fasilitas bagi pelaku usaha yang ingin memulai atau mengembangkan usahanya di pasar tradisional.
Salah satunya program bersama Dinas Perdagangan dengan memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk menggunakan kios pasar yang sepi selama enam bulan secara gratis.
“Jika laku mulai bayar kalau belum tidak usah. Kita siapkan Pasar Jongke dan Klewer, kita memastikan untuk dapat etalasenya dulu,” jelasnya.
Di sisi lain, Respati juga mengingatkan pentingnya kemampuan pelaku usaha untuk membangun nilai jual sebuah produk. Menurutnya, produk dapat memiliki nilai ekonomi lebih tinggi ketika dikemas dan dinarasikan melalui konten yang menarik.
“Saya yakin Kota Solo punya kemampuan dan talenta luar biasa. Saya ingatkan untuk rekan pelaku usaha di Solo, set target bukan hanya warga Solo, tapi Jakarta, Semarang, Bandung dan Surabaya,” terangnya.
Sementara itu, Menteri Perdagangan, Budi Santoso menyebut, banyak sekali produk-produk UMKM yang bisa naik kelas. Dia juga mengingatkan kepada pelaku usaha untuk dapat membranding brandnya dengan baik agar dapat dikenal secara luas.
“Tadi disampaikan pak Wali Kota, ada banyak produk luar biasa yang mudah membranding produk kita. Dan dengan digitalisasi akan mudah ditemukan oleh para konsumen kita baik di dalam negeri maupun luar negeri,” tandasnya.
A Nur





