Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id – Nur Laela berhasil keluar sebagai peraih suara terbanyak dari tiga kandidat yang bertarung dengan keunggulan cukup signifikan.
Dia berhak menduduki kursi Kepala Desa Antar Waktu (PAW) Desa Proto, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.
Dalam pemilihan yang berlangsung di Balai Desa Proto, Rabu (4/11/2026), Nur Laela yang maju dengan nomor urut 03 berhasil mengumpulkan 44 suara. Hasil tersebut sekaligus mengungguli dua kandidat lainnya, yakni Muhammad Irham dan Junaidi Abdillah.
Menariknya, pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa ini mendapat perhatian langsung dari Kapolres Pekalongan AKBP Zamrul Aini, S.H., S.I.K., M.H., M.B.A., yang turun ke lokasi untuk memastikan seluruh proses pemungutan hingga penghitungan suara berlangsung aman dan kondusif.
Berdasarkan data Panitia Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (P2KD) Desa Proto, dari total 83 warga yang tercatat dalam daftar pemilih, sebanyak 82 orang hadir menggunakan hak pilihnya. Sementara satu pemilih lainnya tidak dapat hadir karena sedang berada di luar kota.
Tingginya tingkat kehadiran tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menentukan pemimpin desa untuk melanjutkan roda pemerintahan.
Dari hasil rapat pleno penghitungan suara, Nur Laela (nomor urut 03) memperoleh 44 suara. Posisi kedua ditempati Muhammad Irham (nomor urut 02) dengan 31 suara, sedangkan Junaidi Abdillah (nomor urut 01) memperoleh 7 suara. Dengan demikian, seluruh 82 suara yang masuk dinyatakan sebagai suara sah.
Kapolres Pantau Langsung, Pastikan Pemilihan Berjalan Kondusif
Kapolres Pekalongan AKBP Zamrul Aini mengatakan, pihaknya bersama jajaran pejabat utama (PJU) Polres Pekalongan, Ketua DPRD, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Forkopimcam Kedungwuni melakukan pemantauan langsung untuk memastikan seluruh tahapan pemilihan berjalan sesuai ketentuan.
Menurutnya, pelaksanaan PAW Desa Proto berlangsung tertib, lancar, dan aman. Tidak ditemukan gangguan yang menghambat jalannya proses demokrasi tersebut.
“Kami bersama jajaran PJU, Ketua DPRD, Dinas PMD, serta Forkopimcam Kedungwuni memantau langsung jalannya Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) di Balai Desa Proto. Alhamdulillah, dari total 82 pemilih yang hadir, seluruh tahapan pencoblosan hingga rekapitulasi suara berlangsung dengan aman, tertib, dan demokratis,” ujar AKBP Zamrul.
Ia juga mengapresiasi kedewasaan masyarakat Desa Proto dalam menyikapi perbedaan pilihan selama proses pemilihan berlangsung.
Kapolres Ingatkan Jangan Ada Perpecahan Usai Pemilihan. Meski penghitungan suara telah selesai dan Nur Laela unggul dalam perolehan suara, Kapolres mengingatkan agar momentum pemilihan tidak menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, perbedaan dukungan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, setelah pemungutan suara selesai, seluruh elemen masyarakat diharapkan kembali bersatu demi kemajuan Desa Proto.
“Kami mengapresiasi tingginya partisipasi warga dan kedewasaan para calon dalam berdemokrasi. Kemenangan dalam PAW ini adalah kemenangan seluruh warga Desa Proto,” tegasnya.
Hasil pemilihan ini diharapkan menjadi awal bagi kepemimpinan yang mampu membawa Desa Proto semakin maju. Sebab, setelah kompetisi demokrasi berakhir, pekerjaan sesungguhnya adalah membangun desa dan menjaga kepercayaan masyarakat.
AKBP Zamrul juga mengajak calon terpilih, para kandidat lainnya, serta seluruh pendukung untuk saling merangkul dan menjaga hubungan baik.
“Kami mengajak calon terpilih, calon lainnya, serta seluruh elemen masyarakat untuk kembali bersatu, merangkul semua pihak, dan bersama-sama menjaga kondusivitas kamtibmas di Desa Proto,” imbuhnya.
Kermit





