Sepuluh Tangki Air Bersih Disalurkan, Bantu Kekeringan Warga Karangtengah Bantul

Bantul, KabarTerkiniNews.co.id – Kemarau panjang yang melanda wilayah kabuoaten Bantul dan sekitarnya, membawa dampak kekeringan disejumlah daerah. 10 tanki air bersih mulai disalurkan untuk warga Karangtengah, Imogiri, yang saat ini sangat dibutuhkan.

Musim kemarau tahun ini, membuat warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Bantul, mulai kekurangan air bersih. Di Kalurahan Karangtrngah, Imogiri, Bantul, warga rela meninggalkan aktivitas harian, menunggu datangnya bantuan air bersih, lantaran sumber air yang ada, sudah tak lagi mampu mencukupi.

Bacaan Lainnya

Kabar akan datangnya bantuan air bersih, membuat warga yang mayoritas emak emak ini, berkumpul di pinggir jalan, sembari membawa jerigen dan gallon.

Dan saat truk tangki pembawa bantuan datang, warga pun mulai mengantri mengisi galon dengan air bersih dari bak penampungan, yang telah mereka nantikan berhari-hari.

Meski hanya mampu membawa pulang 3 hingga 5 galon air bersih, namun warga mengaku cukup senang, bisa membantu mecukupi kebutuhan selama sehari kedepan.

Dari kapasitas 50 ribu liter air bantuan dari Anggota Komisi VII DPR RI Gandung Pardiman bersama ketua fraksi DPRD DIY Syarif Guska Laksana, Yaysan GPC dan Yayasan Sarana Abdi Bangsa , yang disalurkan ke warga ini, setidaknya warga tak lagi kebingungan mencari air bersih, selama 5 hari kedepan.

Salah seorang warga Karangtengah, Suprih, mengatakan sulitnya air bersih telah dirasakan warga selama sekitar dua bulan terakhir ini Kondisi tersebut terjadi akibat kemarau panjang yang membuat setelah debit air di sumur-sumur warga, menyusut drastis.

“Terima kasih kepada timnya Pak Gandung yang telah menyalurkan bantuan air bersih. Kami di sini memang sangat membutuhkan,” ungkap Suprih.

Didampingi Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DIY Syarif Guska Laksana, Gandung menyalurkan sebanyak 10 tangki air bersih atau sekitar 50 ribu liter untuk memenuhi kebutuhan warga di wilayah terdampak kekeringan.

Puluhan warga, sebagian besar ibu-ibu, telah menunggu kedatangan bantuan tersebut. Sejumlah galon kosong berjajar di lokasi untuk diisi air bersih. Setelah tangki tiba, warga secara bergantian mengisi galon masing-masing menggunakan selang yang telah disiapkan oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Karangtengah.

Kedatangan Gandung Pardiman bersama rombongan juga disambut warga. Sejumlah warga langsung menyalami dan menyampaikan terima kasih atas bantuan air bersih yang diberikan.

Gandung Pardiman mengatakan, selama ini, warga hanya mendalkan bantuan air bersih dari donator. Pasalnya, jika harus membeli, satu tangki berkapasitas 5000 liter air bersih, warga harus merogoh kocek hingga ratusan ribu rupiah. Hal itu memang diakui oleh warga cukup memberatkan, karena penghasilan mereka yang pas-pasan sebagai petani. Datangnya bantuan dari donator, menjadi salah satu harapan warga.
Demi memenuhi kebutuhan air, warga harus berhemat mengingat hanya mengandalkan datangnya bantuan. Itupun, warga harus antri, mengingat volume air yang disalurkan tak sebanding dengan jumlah warga yang membutuhkan.

“warga sangat butuh air, nomor satu air, kalau beli mahal, makanya kalau ada bantuan antussias mengambil, sampai warga mengantri diusung kerumah masing-masing” ungkapnya.

Bantuan tersebut diberikan, setelah adanya laporan mengenai kondisi warga di tiga padukuhan di Karangtenga, yang mengalami krisis air bersih.

Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapat perhatian, terutama ketika kemarau panjang menyebabkan sumber air warga mengering.

“Ini perlu perhatian khusus dan kita akan bantu terus kebutuhan air bersih yang sangat vital ini,” kata Gandung.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DIY Syarif Guska Laksana mengatakan pihaknya merespons laporan masyarakat dengan turun langsung menyalurkan bantuan.

“Kami menerima laporan bahwa masyarakat Karangtengah mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang. Maka kami bersama Pak Gandung selaku anggota DPR RI terjun langsung menyalurkan bantuan air bersih yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Syarif.

Pengurus FPRB Karangtengah Imogiri, Tri Legowo, menjelaskan terdapat tiga padukuhan yang saat ini mengalami kekeringan, yakni Padukuhan Mojolegi, Karangrejek, dan Pucungrowong.

Menurutnya, kekeringan berdampak pada sedikitnya 10 RT. FPRB Karangtengah telah menyiapkan 20 bak penampungan air yang distribusinya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

” Dropping itu kita ada jadwalnya rutin setiap hari Rabu sama Sabtu, nanti dikoordinir oleh FPRB. Demikian juga jika ada bantuan masuk maka melalui satu pintu yakni FPRB agar bisa terkoordinir dengan baik,” tandasnya.

Joko Pramono

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *