Keluarga Dokter Icha : Praperadilan Tiga Anggota DPRD TTU, Mengulur Waktu Sebelum Ditahan

Kupang, KabarTerkiniNews.co.id — Keluarga korban almarhumah dokter Icha Pakaenoni, Fabi Banase, yakin praperadilan yang diajukan oleh tiga tersangka dalam kasus kematian dokter Icha bakal ditolak oleh hakim.

Ketiga tersangka tersebut yakni Veronika Lake dari Partai PDI Perjuangan, Therensius Lazakar atau Terensius Lasakar dari Partai Golkar, dan Norbertus Tubani atau Nubertus Tubani dari Partai Kebangkitan Bangsa.

Bacaan Lainnya

Fabi meyakini hal ini dikarenakan dalam hukum pidana terdapat dua standar pengatur perilaku manusia yang berbeda dalam hal sumber, penegakan, serta sanksi yang diberikan.

Sumber Norma: Etika berasal dari nilai moral, hati nurani, dan kesepakatan suatu kelompok atau masyarakat. Hukum pidana berasal dari peraturan resmi yang dibuat.

Sifat Aturan: Etika bersifat fleksibel dan subjektif, bergantung pada kelompok sosial. Hukum pidana bersifat objektif, tegas, tertulis, dan mengikat seluruh.

Bentuk Sanksi: Pelanggaran etika diberi sanksi sosial, teguran, atau pemecatan dari profesi. Pelanggaran pidana diberi sanksi hukum yang tegas seperti denda atau penjara dari negara.

Proses Pembuktian: Etika tidak selalu memerlukan bukti fisik yang ketat. Hukum pidana wajib melalui proses pembuktian formal di pengadilan dengan alat bukti yang sah.

Fabi menambahkan, pihaknya sangat yakin dengan kuasa hukum mereka, Fransisco Bernando Bessi, dimana ia sangat profesional dan objektif. Ia meyakini hakim juga profesional dan adil serta akan menolak praperadilan yang diajukan tiga tersangka.

“Pengacara kami sangat profesional dan obyektif, demikian juga hakim. Keluarga menduga praperadilan ini rekayasa buying time (mengulur waktu-red) ala pengacara ketiganya, seperti kasih gula-gula (PHP-red) ke para tersangka,” ujar Fabi. Selasa (22/9/2026).

Fabi juga meyakini pihak keluarga yakin permohonan ketiga tersangka akan ditolak seluruhnya karena materi gugatan absurd.

“Keluarga yakin praperadilan ketiga orang ini bakal ditolak karena absurd, jadi tinggal tunggu waktu mereka pakai rompi orange dan masuk tahanan,” tegas Fabi.

Rudy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *