Sleman, KabarTerkiniNews.co.id – Tebing setinggi sekitar 15 meter longsor dan menimpa tiga pekerja di Lempongsari, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Ketiga pekerja tersebut sedang mengerjakan pembangunan dan penyelesaian talut di pinggir sungai ketika tanah di sekitar lokasi tiba-tiba longsor.
Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Namun, dua di antaranya mengalami luka dan dibawa ke RSA UGM Yogyakarta untuk mendapatkan perawatan.
Koordinator Unit Siaga SAR Sleman, Dhedi Prasetya, mengatakan pihaknya menerima informasi kejadian tersebut sekitar pukul 10.00 WIB. Tim SAR kemudian berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman dan Polsek Ngaglik untuk melakukan asesmen serta evakuasi.
“Informasi yang kami terima adalah kecelakaan kerja. Ada tiga pekerja yang tertimbun material longsor saat melakukan pekerjaan di pinggir kali untuk mengangkat dan menyelesaikan talut,” kata Dhedi, Sabtu (26/9/2026).
Menurut dia, pekerjaan tersebut telah berlangsung selama beberapa hari. Pada saat kejadian, para pekerja melanjutkan pekerjaan di lokasi yang kondisi tanahnya tidak stabil.
“Terjadi longsoran dan mereka tertimbun tiga orang. Ketiganya sudah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan dibawa ke RSA UGM,” ujarnya.
Salah satu korban selamat, Midarso, mengatakan longsor terjadi dalam dua kali runtuhan. Runtuhan kedua memiliki material lebih besar sehingga menimbun para pekerja yang berada di bawah.
“Awalnya tanahnya seperti dikorek-korek. Kemudian terjadi longsor. Yang pertama masih sedikit, lalu yang kedua lebih besar,” ucap Midarso.
Ia menyebut material yang longsor berupa tanah uruk dengan tinggi sekitar lima belas meter.
Midarso mengaku berusaha menyelamatkan diri saat melihat tanah mulai bergerak.
Dhedi mengimbau masyarakat, terutama pekerja yang beraktivitas di lokasi berisiko, untuk memperhatikan keselamatan dan kondisi lingkungan sekitar. Tanah maupun bangunan yang tidak stabil, kata dia, harus terlebih dahulu diperkuat atau distabilkan sebelum pekerjaan dilanjutkan.
“Dalam beraktivitas, terutama yang mengandung bahaya, masyarakat harus lebih memperhatikan keselamatan dan kondisi sekitar. Jika ada tanah atau bangunan yang tidak stabil, harus distabilkan terlebih dahulu,” pungkasnya.
Andri Tiyo





