MAGELANG, KABAR TERKINI NEWS – Puluhan warga Dusun Krakitan, Desa Sucen, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, bergotong royong membersihkan dan memperbaiki Bendungan Ngaglik yang menjadi salah satu sumber air bagi pertanian dan perikanan warga.
Gotong royong dilakukan di tengah kondisi kemarau panjang yang menyebabkan debit air Kali Batang terus menyusut. Selama sekitar empat bulan terakhir, hujan tidak turun sehingga ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian dan perikanan warga semakin terbatas.
Kepala Dusun Krakitan, Abdul Rasyid, mengatakan Bendungan Ngaglik memiliki peran penting bagi masyarakat. Air dari bendungan tersebut selama ini dimanfaatkan untuk mengairi sawah dan kolam ikan milik warga.
Menurutnya, sedikitnya tiga dusun menggantungkan kebutuhan air dari bendungan tersebut, yakni Dusun Ngaglik, Krakitan, dan Waru.
“Air dari bendungan ini digunakan untuk mengairi sawah dan kolam perikanan warga,” kata Abdul Rasyid.
Berkurangnya debit air dalam beberapa bulan terakhir membuat kondisi lahan pertanian mulai terdampak. Warga khawatir jika kondisi tersebut berlangsung lama, tanaman pertanian dapat mengalami kekurangan air dan berisiko memengaruhi hasil panen.
Dalam kegiatan tersebut, warga tidak hanya membersihkan sampah yang menghambat aliran air. Mereka juga memperbaiki bagian bendungan dengan menutup kembali alur menggunakan material batu dan pasir yang dikemas menggunakan bagor dan plastik.
Langkah tersebut dilakukan agar aliran air dapat kembali diarahkan menuju saluran irigasi yang mengairi lahan pertanian warga.
Bendungan Masih Sederhana
Bendungan Ngaglik selama ini masih memiliki konstruksi sederhana. Bendungan dibuat dari tumpukan batu kali yang disusun melintang di tengah aliran Kali Batang untuk mengarahkan air menuju saluran irigasi.
Kondisi tersebut membuat bendungan cukup rentan ketika debit sungai meningkat. Saat Kali Batang mengalami banjir, material batu yang menjadi bagian bendungan dapat tergerus dan terbawa arus.
Setelah material bendungan hilang atau bergeser, aliran air tidak lagi optimal masuk ke saluran irigasi. Warga kemudian kembali melakukan perbaikan secara swadaya dan bergotong royong.
Bendungan tersebut menjadi penting karena menopang kebutuhan air untuk sekitar 25 hektare sawah serta puluhan kolam ikan milik warga di tiga dusun.
Berharap Bendungan Permanen
Warga berharap kondisi Bendungan Ngaglik mendapat perhatian dari pemerintah dan instansi terkait. Mereka berharap dapat dibangun bendungan dengan konstruksi yang lebih permanen sehingga tidak mudah rusak ketika terjadi banjir.
Dengan konstruksi yang lebih kuat, warga berharap distribusi air menuju lahan pertanian dan kolam perikanan dapat lebih stabil, terutama ketika memasuki musim kemarau.
Bagi warga Krakitan dan dua dusun lainnya, keberadaan Bendungan Ngaglik bukan hanya berkaitan dengan pengairan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan aktivitas pertanian dan perikanan yang menjadi bagian dari kehidupan ekonomi masyarakat.
Gotong royong memperbaiki bendungan menjadi bentuk upaya warga mempertahankan sumber air yang mereka andalkan, sembari menunggu dukungan pembangunan infrastruktur pengairan yang lebih permanen.
Reporter: Nurul Abadi
Editor: Heru Warsito





