Surakarta, KabarTerkiniNews.co.id — Olahraga padel di Kota Solo terus berkembang. Tak hanya menjadi aktivitas olahraga dan ajang kompetisi, padel kini juga menjadi ruang bertemunya komunitas, pelaku usaha, hingga berbagai elemen masyarakat.
Semangat tersebut akan diwujudkan melalui Benning Padelions, turnamen padel yang digelar Lions Club Solo Bengawan bersama Benning Klinik pada 2-4 Oktober 2026 di Zing Padel Solo.
Mengusung tema “Play with Purpose, Serve for Humanity”, kegiatan ini dirancang bukan sekadar untuk mencari pemenang di lapangan. Turnamen tersebut juga membawa misi sosial dan diharapkan memberikan dampak bagi masyarakat Kota Solo.
Dokter Kristian Sanjaya dari Benning Klinik mengatakan kolaborasi dengan Lions Club Solo Bengawan terbangun karena kedua pihak memiliki visi yang sejalan, yakni memberikan manfaat sekaligus ikut mendorong kemajuan Kota Solo.
Menurutnya, masyarakat dapat berkontribusi terhadap kemajuan kota melalui berbagai kegiatan yang memberikan dampak nyata.
“Sebagai masyarakat biasa, bagaimana kita bisa berperan dan memberikan manfaat untuk negara, khususnya untuk kota kita. Tentunya melalui kegiatan-kegiatan yang memberikan dampak bagi masyarakat,” kata Dokter Kristian.
Ia menjelaskan, Benning Klinik sejak awal berdiri pada 2010 telah memiliki visi untuk ikut mengembangkan medical tourism di Kota Solo.
Benning Klinik juga terus mengembangkan layanan kesehatan dan menjadi salah satu klinik di Surakarta yang melayani bidang bedah plastik.
Menurut Dokter Kristian, visi tersebut kemudian menemukan titik temu dengan Lions Club Solo Bengawan yang juga memiliki semangat untuk mendorong perkembangan Kota Solo melalui berbagai kegiatan.
“Ketika kami berbicara dengan Lions Club Solo Bengawan, ternyata visinya sama. Kami sama-sama ingin memajukan Kota Solo,” ujarnya.
Padel Jadi Penggerak Ekonomi
Dokter Kristian menilai perkembangan olahraga padel juga dapat menjadi bagian dari upaya menggerakkan perekonomian Kota Solo.
Melalui turnamen yang menghadirkan peserta dari luar kota, Solo berpeluang mendapatkan manfaat ekonomi dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi hingga usaha oleh-oleh.
“Kalau orang-orang dari luar kota datang ke Solo, tentu ekonomi di Solo akan semakin bergerak. Hotel laku, makanan juga laku, dan mereka bisa berbelanja oleh-oleh dari Solo,” katanya.
Karena itu, ia berharap kegiatan semacam Benning Padelions dapat terus dikembangkan. Tidak hanya menjadi turnamen tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjadikan Solo sebagai salah satu pusat olahraga dan kegiatan berskala lebih luas di Jawa Tengah.
“Kalau bisa, Solo menjadi center olahraga padel, bahkan kalau memungkinkan se-Jawa Tengah dan Indonesia,” ujarnya.
Diikuti 220 Tim
Project Officer Benning Padelions, Alan Adhi, mengatakan penyelenggaraan turnamen tersebut berangkat dari perkembangan olahraga padel yang semakin pesat di Kota Solo.
Alan yang juga merupakan pemain padel melihat olahraga tersebut memiliki potensi lebih besar daripada sekadar pertandingan. Menurut dia, keberadaan komunitas menjadi salah satu kekuatan yang dapat melahirkan berbagai bentuk kolaborasi.
“Potensi padel itu tidak cuma pertandingan. Di balik pertandingan ada komunitas. Ketika ada komunitas, itu bisa menjadi kolaborasi yang memberikan dampak bagi kita semua,” kata Alan.
Benning Padelions diikuti 220 tim atau sekitar 440 pemain. Jumlah tersebut disebut menjadi salah satu yang terbesar di Solo, setelah sebelumnya turnamen dengan jumlah peserta terbanyak berada di kisaran 150 tim.
Peserta datang dari berbagai daerah, antara lain Solo, Yogyakarta, Klaten, Boyolali, Sukoharjo, Semarang hingga Surabaya.
Bahkan terdapat satu peserta asal Prancis yang berdomisili di Jakarta dan sebelumnya aktif bermain padel di Filipina.
Turnamen ini mempertandingkan tujuh kategori berdasarkan level kemampuan pemain. Total hadiah yang disiapkan mencapai Rp100 juta.
Selain pertandingan, penyelenggara juga menyiapkan berbagai kegiatan pendukung seperti photobooth, photoshoot, games, penampilan DJ, serta opening show bersama Solo Batik Carnival.
“Jadi kami ingin event padel ini tidak sekadar pertandingan, selesai lalu pulang. Kami ingin ada lifestyle, komunitas, entertainment dan bisnis,” ujar Alan.
Lions Club Bawa Misi Kemanusiaan
Presiden Lions Club Solo Bengawan, Amelia Ong, mengatakan olahraga padel menjadi ruang yang menarik untuk mempertemukan komunitas, masyarakat dan dunia usaha.
Lions Club Solo Bengawan sendiri merupakan Lions Club pertama yang hadir di Kota Solo dan telah menjalankan kegiatan pengabdian selama sekitar 35 tahun.
Sebagai bagian dari Lions Clubs International, organisasi tersebut menjalankan berbagai program kemanusiaan, antara lain pemeriksaan dan pembagian kacamata gratis, kegiatan terkait diabetes, penanganan kemiskinan dan kelaparan, pendampingan anak penderita kanker, kegiatan lingkungan, kepemudaan hingga bantuan bagi korban bencana. “Pengabdian selalu dimulai dari tempat di mana kami berdiri, yaitu Kota Solo,” kata Amelia.
Menurut Amelia, kolaborasi melalui Benning Padelions menjadi salah satu cara untuk memperluas semangat kemanusiaan dengan melibatkan lebih banyak pihak. “Setiap pertandingan memiliki tujuan, setiap serve memiliki makna,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat membuat anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dari gerakan positif bagi kota.
Dunia usaha juga diharapkan tidak hanya hadir sebagai sponsor, melainkan menjadi bagian dari kolaborasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Ketika banyak pihak memiliki visi yang sama, sebuah kegiatan akan menjadi sesuatu yang memiliki dampak besar,” kata Amelia.
Melalui Benning Padelions, olahraga, komunitas, dunia usaha dan kegiatan kemanusiaan dipertemukan dalam satu ruang. Bukan hanya untuk menentukan siapa yang menjadi juara, tetapi juga bagaimana sebuah pertandingan dapat membawa manfaat lebih jauh bagi Kota Solo.
“Lebih banyak kolaborasi, lebih banyak kepedulian, dan lebih banyak kebaikan yang kembali kepada Kota Solo.”
A Nur





