SURAKARTA – Sebanyak 2.259 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi mengikuti prosesi wisuda periode pertama tahun akademik 2026/2027. Prosesi wisuda berlangsung di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan, UMS, Surakarta, Jawa Tengah.
Dari total lulusan tersebut, sebanyak 2.132 merupakan lulusan program sarjana (S1), 113 lulusan program magister (S2), dan 14 lulusan program doktor (S3).
Selain jumlah lulusan yang mencapai ribuan, capaian akademik para wisudawan juga menjadi bagian penting dalam prosesi tersebut. Sebanyak 729 wisudawan berhasil meraih predikat cumlaude.
Sementara itu, sebanyak 452 lulusan lainnya menyelesaikan pendidikan melalui jalur Outcome-Based Education (OBE).
Wisuda Bukan Akhir Perjalanan
Rektor UMS dalam sambutannya menegaskan bahwa prosesi wisuda bukan menjadi akhir dari perjalanan akademik para mahasiswa.
Sebaliknya, wisuda menjadi awal bagi para lulusan untuk memasuki kehidupan nyata dan mengambil peran di tengah masyarakat.
Gelar akademik yang diperoleh, menurut pihak kampus, tidak seharusnya hanya menjadi tambahan pada nama. Gelar tersebut juga membawa konsekuensi berupa tambahan peran dan tanggung jawab, baik di lingkungan masyarakat maupun dalam dunia profesi.
Para lulusan diharapkan mampu membawa ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan ke dalam kehidupan sehari-hari serta memberikan kontribusi melalui karya nyata.
Ketua Panitia Wisuda UMS, Dr. Triyono, M.Si, menyampaikan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan diharapkan mampu mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.
Pengamalan tersebut diharapkan berpegang pada tiga prinsip utama, yakni ilmu, amal, dan manfaat.
Dengan demikian, momentum wisuda tidak hanya menjadi perayaan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi titik awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki di tengah masyarakat.
Reporter : Tio Nusa, Editor : Heru Warsito





