Anggota DPR RI Bantu Pemulangan TKW Pekalongan dari Dubai, Karena Terkendala Biaya

Pekalongan, KabarTerkiniNews.co.id  – Setelah kisah pilunya menjadi perhatian publik, anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) X Jawa Tengah, Rizal Bawazier, dikabarkan siap membantu penanganan kasus tersebut melalui koordinasi dengan pihak terkait.

Harapan Khamidah, tenaga kerja wanita (TKW) asal Kota Pekalongan yang terkendala biaya untuk pulang dari Uni Emirat Arab, mulai menemukan titik terang.

Bacaan Lainnya

Rizal Bawazier telah merespons laporan yang disampaikan pihaknya. Bahkan, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Arab Saudi disebut telah menghubungi LBH Adiyaksa untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Setelah sempat kebingungan mencari biaya pemulangan yang disebut mencapai Rp60 juta hingga Rp65 juta, keluarga Khamidah kini berharap ada jalan keluar agar ia bisa segera kembali ke Tanah Air.

Rizal Bawazier Respons Laporan, Kedutaan Mulai Menghubungi

Didik Pramono mengatakan, pihaknya telah menerima kabar bahwa Rizal Bawazier bersedia membantu mengupayakan penyelesaian persoalan yang dialami Khamidah.

“Kami mendapat kabar dari Pak Rizal Bawazier bahwa kasus ini akan dibantu oleh beliau. Dan benar, pihak Kedubes RI untuk Arab Saudi sudah menghubungi kami,” kata Didik melalui sambungan telepon.

Menurut Didik, tindak lanjut berikutnya direncanakan berlangsung melalui konferensi video atau Zoom yang melibatkan pihak kedutaan, Sujari selaku suami Khamidah, serta LBH Adiyaksa sebagai pendamping.

Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin siang. Dalam agenda itu, pihak LBH Adiyaksa berencana menjelaskan secara langsung persoalan yang dihadapi keluarga, termasuk kendala biaya pemulangan dan kondisi Khamidah yang dikabarkan mengalami penurunan kesehatan.

Didik menyampaikan apresiasi atas respons yang diberikan terhadap laporan tersebut. “Kami berterima kasih, laporan kami langsung ditindaklanjuti oleh Pak Rizal Bawazier. Besok kami akan menjelaskan kepada Kedubes terkait permasalahan ini,” pungkasnya.

Kisah Khamidah Viral, Pulang ke Pekalongan Terbentur Biaya Puluhan Juta

Sebelumnya, kisah Khamidah, warga Kelurahan Buaran Kradenan, Kota Pekalongan, menjadi perhatian setelah ia dikabarkan mengalami kendala untuk kembali ke Indonesia dari Uni Emirat Arab.

Khamidah diketahui berangkat bekerja ke luar negeri melalui jasa penyalur. Namun, setelah bekerja selama sekitar tiga bulan, kondisi kesehatannya dilaporkan melemah akibat penyakit yang pernah dideritanya.

Dalam kondisi tersebut, Khamidah berharap dapat segera dipulangkan ke Indonesia agar bisa kembali berkumpul dengan keluarga dan mendapatkan penanganan kesehatan yang dibutuhkan.

Persoalan muncul ketika keluarga mendapat informasi mengenai biaya denda dan pemulangan yang disebut berkisar Rp60 juta hingga Rp65 juta.

Nominal tersebut menjadi beban berat bagi Sujari, suami Khamidah, yang saat ini tidak bekerja karena harus mengasuh kedua anak mereka di rumah.

Sujari sebelumnya mengaku telah berusaha mencari pinjaman kepada tetangga maupun kerabat. Namun, hingga kabar bantuan muncul, ia belum berhasil mengumpulkan dana yang dibutuhkan.

LBH Adiyaksa Dampingi Keluarga, Harapkan Ada Solusi Pemulangan

Dengan adanya komunikasi antara LBH Adiyaksa dan pihak kedutaan, keluarga kini berharap persoalan tersebut dapat segera ditangani.

Pertemuan melalui konferensi video direncanakan menjadi kesempatan untuk memaparkan kronologi keberangkatan Khamidah, kondisi kesehatannya, serta rincian biaya yang menjadi kendala pemulangan.

Pendampingan hukum dan koordinasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia diharapkan dapat membantu memastikan langkah penanganan yang tepat, termasuk memperjelas dasar pengenaan biaya maupun denda yang disebut harus ditanggung keluarga.

Meski demikian, hingga informasi ini disampaikan, belum ada kepastian mengenai waktu pemulangan Khamidah maupun keputusan akhir terkait pembiayaan tersebut.

Harapan Sujari: Istri Bisa Segera Pulang

Bagi Sujari, kabar adanya bantuan menjadi harapan baru setelah sebelumnya ia kebingungan mencari puluhan juta rupiah untuk membawa istrinya pulang.

Di tengah keterbatasan ekonomi, ia berharap persoalan yang dihadapi Khamidah dapat memperoleh perhatian dan penanganan dari pihak-pihak yang berwenang.

Kini, keluarga menantikan hasil koordinasi antara LBH Adiyaksa, pihak kedutaan, dan pihak terkait lainnya. Harapannya, proses tersebut dapat membuka jalan bagi Khamidah untuk kembali ke Indonesia tanpa harus terbebani persoalan biaya yang belum mampu dipenuhi keluarganya.

Dari kebingungan mencari Rp65 juta hingga munculnya bantuan melalui anggota DPR RI, perjuangan keluarga Khamidah kini memasuki babak baru. Namun, satu hal yang paling dinantikan Sujari tetap sama: istrinya bisa segera pulang dengan selamat.

Kermit

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *