Boyolali, KabarTerkiniNews.co.id – Dua helikopter milik TNI Angkatan Udara dikerahkan untuk membantu pemadaman kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Hingga Selasa, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 200 hektare.
Dua helikopter yang dikerahkan masing-masing adalah Super Puma dan Mi-17 dari Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad). Operasi pemadaman melalui udara atau water bombing tersebut telah memasuki hari kedua pada Selasa.
Komandan Lanud Adi Soemarmo, Marsma TNI Henri Ahmad Badawi, mengatakan operasi udara akan terus dimaksimalkan untuk menekan penyebaran titik api yang masih berkembang.
“Ini adalah hari kedua operasi udara dalam rangka penanggulangan bencana kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu. Saat ini area yang sudah bisa di-cover atau dilaksanakan water bombing sudah cukup luas,” ujar Henri saat ditemui di hanggar Lanud Adi Soemarmo, Boyolali, Selasa pagi.
Masing-masing helikopter memiliki kapasitas angkut air sekitar 2.000 hingga 2.500 liter dalam sekali pengisian. Pada hari pertama operasi, setiap helikopter telah melaksanakan dua sorti penerbangan untuk menjatuhkan air ke area kebakaran.
Untuk Selasa, TNI menargetkan dua sorti penerbangan menggunakan Super Puma dan dua sorti menggunakan Mi-17. Jumlah tersebut akan dimaksimalkan sesuai kondisi cuaca dan keselamatan penerbangan.
Henri menjelaskan, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi lereng Gunung Lawu yang terjal, angin kencang, serta perubahan cuaca yang berlangsung cepat. Selain itu, penyebaran api cenderung bergerak ke atas mengikuti lereng gunung sehingga menyulitkan manuver helikopter.
Kondisi vegetasi yang didominasi pohon cemara juga membuat api mudah menyebar ketika tertiup angin.
“Dengan ketinggian gunung yang saat ini mencapai 10.000 feet, itu membuat kendala yang cukup sulit untuk kita laksanakan pemadaman di puncak,” katanya.
Untuk membantu mengendalikan penyebaran api, operasi udara dilakukan bersama petugas di lapangan. Upaya penyekatan juga dilakukan dengan membuat parit-parit agar pergerakan api dapat dibatasi dan area yang harus dipadamkan dari udara tidak semakin meluas.
TNI AU berharap pengerahan dua helikopter tersebut dapat membantu mempercepat penanganan kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu, sekaligus mencegah meluasnya area terdampak.
Henri menegaskan, operasi akan terus dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan keselamatan awak pesawat. Pihaknya berharap upaya pemadaman intensif dalam beberapa hari ke depan dapat menekan jumlah titik api.
“Kita harapkan dengan adanya water bombing setiap hari, titik api kita bisa reduce dan kita upayakan untuk bisa memadamkan api secepat mungkin,” ujarnya.
Taufik Irvani




