KABARTERKINI NEWS.CO.ID, SURAKARTA – Sebanyak 67 organisasi kemasyarakatan (ormas) menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Sinergitas Lintas Ormas se-Kota Surakarta yang dikemas dalam FORMASA Fest#1 di Auditorium PT Pegadaian Cabang Gading, Surakarta, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menekankan pentingnya pendekatan terpadu dalam mengatasi kemiskinan. Menurutnya, upaya pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya melalui bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga harus membuka akses terhadap hunian layak, pendidikan, kesehatan, dan permodalan agar masyarakat mampu membangun kemandirian ekonomi.
Gagasan tersebut mengemuka dalam pertemuan lintas organisasi yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat di Kota Surakarta. Budiman menyebut, persoalan kemiskinan berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk keterbatasan aset, akses pendidikan, layanan kesehatan, serta kesempatan memperoleh modal usaha.
Salah satu gagasan yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan lahan milik badan usaha milik negara (BUMN) yang belum digunakan secara optimal untuk mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Lahan di sekitar jalur kereta api juga disebut sebagai salah satu potensi yang dapat dikaji untuk pengembangan rumah susun bagi masyarakat miskin perkotaan.
Meski demikian, pemanfaatan lahan tersebut memerlukan kajian menyeluruh, mulai dari status kepemilikan, kesesuaian tata ruang, aspek keselamatan, hingga koordinasi dengan pihak yang berwenang.
Selain hunian layak, perluasan akses pendidikan tinggi dan dukungan permodalan bagi generasi muda juga menjadi bagian dari gagasan pemberdayaan. Pendekatan ini diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan, memperoleh pekerjaan yang lebih baik, serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Budiman mengatakan, melalui pertemuan lintas organisasi tersebut, terbuka peluang bagi FORMASA, pemerintah daerah, dan BP Taskin untuk membahas bentuk kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Surakarta.
Astrid Widayani Apresiasi Partisipasi 67 Ormas
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengapresiasi meningkatnya partisipasi organisasi kemasyarakatan dalam kegiatan yang diinisiasi Forum Organisasi Kemasyarakatan Surakarta (FORMASA).
Menurut Astrid, keberagaman organisasi yang berhimpun dalam satu forum merupakan modal penting untuk menjaga kerukunan sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan lingkungan secara bersama-sama.
“Saya tidak menyangka yang hadir sudah 60 lebih. Ini menunjukkan bahwa keberagaman yang ada di Kota Surakarta bisa kita buktikan dengan kebersamaan. Apa yang menjadi permasalahan, isu sosial, isu lingkungan bisa kita selesaikan secara bersama-sama dan kompak,” ujar Astrid dalam sambutannya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Surakarta terbuka terhadap keterlibatan ormas sebagai mitra pembangunan. Peran organisasi kemasyarakatan dinilai tidak sebatas menyelenggarakan kegiatan internal, tetapi juga menjadi jembatan aspirasi warga, penggerak kegiatan sosial, dan penjaga nilai-nilai kebangsaan.
Astrid juga mengingatkan bahwa sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh warga. Keberhasilan kolaborasi, menurutnya, tidak cukup diukur dari banyaknya pertemuan, tetapi dari kontribusi nyata yang dihasilkan.
“Sinergi pemerintah dan organisasi kemasyarakatan jangan sekadar diukur dari pertemuan saja. Kita harus bisa melihat dampak nyata, kita harus bisa melihat apa yang menjadi kontribusi yang kita berikan kepada masyarakat,” katanya.
Dalam rangkaian FORMASA Fest#1, sejumlah kegiatan kolaboratif turut dilaksanakan, antara lain aksi sosial, donor darah, pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta dialog interaktif yang melibatkan unsur pemerintah, kejaksaan, dan kepolisian.
Astrid turut mengajak seluruh ormas menjaga kondusivitas Kota Surakarta, memperkuat toleransi, serta menggunakan media sosial secara bijak. Ia berharap organisasi kemasyarakatan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
FORMASA Dorong Program Pendidikan, Kesehatan, dan Sosial
Ketua FORMASA, Adi Rindriawan, menjelaskan bahwa forum tersebut berawal dari komunikasi dan rembuk sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan. Gagasan itu kemudian berkembang menjadi kegiatan yang mempertemukan puluhan ormas di Surakarta.
Menurut Adi, FORMASA Fest#1 bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat peran organisasi kemasyarakatan dalam mendukung program pemerintah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin membuktikan bahwa ormas hadir untuk memberikan berkah dan manfaat serta siap menjadi pelayan untuk melayani harapan-harapan seluruh masyarakat di Kota Surakarta,” ujarnya.
Ke depan, FORMASA berencana memfokuskan program kerja pada bidang pendidikan, kesehatan, kebudayaan, serta sosial kemasyarakatan. Kolaborasi lintas organisasi diharapkan dapat membuka peluang pelaksanaan program yang lebih terarah dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Sekretaris Jenderal FORMASA Surakarta, Totok Hartoyo, turut menjadi bagian dari jajaran pengurus yang mendorong penguatan komunikasi dan sinergi lintas organisasi.
Sementara itu, keterlibatan ormas dalam program pengentasan kemiskinan dinilai berpotensi memperkuat jangkauan program di tingkat masyarakat. Organisasi yang memiliki kedekatan dengan warga dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan, menyampaikan aspirasi, dan mendukung pelaksanaan program pemberdayaan.
Melalui sinergi tersebut, FORMASA, Pemerintah Kota Surakarta, dan BP Taskin diharapkan dapat membangun kolaborasi yang tidak berhenti pada forum dialog, tetapi berlanjut menjadi program nyata untuk memperluas akses kesejahteraan dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Dengan kehadiran 67 organisasi kemasyarakatan, FORMASA Fest#1 menjadi ruang konsolidasi berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pembangunan Kota Surakarta yang inklusif, rukun, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan warga.
Repcam/Editor : Heru Warsito





