Buruh dan Pekerja Migran Kompak, Salurkan 30 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Gesi

SRAGEN, KabarTerkiniNews.co.id – Di tengah kondisi ekonomi yang tak selalu mudah, kepedulian justru datang dari mereka yang hidup dari hasil kerja keras. Mayoritas anggota Paguyuban Wong Sragen Asri (PAWASRI) yang berprofesi sebagai buruh dan pekerja migran Indonesia (PMI) bergotong royong menggalang bantuan untuk menyalurkan 30 ribu liter air bersih kepada warga Desa Poleng, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, yang terdampak kekeringan. Kondisi kekeringan di Desa Poleng sendiri telah berlangsung selama beberapa pekan pada musim kemarau tahun ini.

Bantuan tersebut disalurkan menggunakan tiga truk tangki, masing-masing berkapasitas 10 ribu liter, yang didistribusikan ke RT 05, RT 08, dan RT 10 Desa Poleng.

Kekeringan yang melanda wilayah tersebut membuat sumur-sumur warga mengering selama hampir satu bulan. Akibatnya, masyarakat harus berjalan sekitar satu kilometer menuju sumber air di pinggir sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan saat debit air menurun, warga terpaksa menunggu hingga air kembali muncul.

Wakil Ketua PAWASRI Korwil Sragen, Anggoro, mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian para anggota PAWASRI terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Selama masyarakat masih membutuhkan, kami akan terus berupaya membantu melalui kegiatan sosial seperti ini,” ujarnya.

PAWASRI Kabupaten Sragen saat ini memiliki sekitar 40 anggota. Menariknya, mayoritas anggotanya merupakan buruh dan pekerja migran Indonesia yang bekerja di berbagai daerah maupun luar negeri, seperti Arab Saudi, Hong Kong, Taiwan, dan Korea Selatan. Meski berada jauh dari kampung halaman, mereka tetap menyisihkan sebagian hasil kerja mereka untuk membantu masyarakat Sragen yang membutuhkan.

Selain program dropping air bersih, PAWASRI juga rutin menggelar berbagai kegiatan sosial, di antaranya pembagian sembako, santunan anak yatim, hingga merencanakan kegiatan donor darah yang akan digelar pada pertengahan September mendatang di Desa Bendorejo, Kecamatan Gesi.

Sementara itu, Ketua RT 10 Desa Poleng, Suwardi, mengaku bantuan tersebut sangat membantu warganya yang tengah menghadapi krisis air bersih.

Menurutnya, selama musim kemarau warga juga menerima bantuan air dari berbagai pihak sekitar tiga kali dalam sepekan. Sementara untuk kebutuhan air minum, sebagian warga membeli air galon seharga Rp5.000 per galon yang umumnya cukup untuk kebutuhan memasak dan minum selama tiga hari.

Memasuki puncak musim kemarau, warga berharap bantuan air bersih dari berbagai pihak dapat terus berlanjut hingga hujan turun dan sumber-sumber air kembali terisi.

Kisah PAWASRI menjadi bukti bahwa kepedulian tidak selalu lahir dari mereka yang berkecukupan. Dari tangan para buruh dan pekerja migran, harapan terus mengalir bagi warga yang tengah berjuang menghadapi krisis air bersih. ( Py / KTN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *