Car Free Day Jalan Slamet Riyadi Solo, Ajang Eksperimen Siswa SMA

Surakarta, KabarTerkiniNews.co.id – Suasana berbeda terlihat di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, Minggu pagi.

Car Free Day (CFD) biasanya identik dengan aktivitas olahraga, berburu kuliner, hingga menikmati beragam kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bacaan Lainnya

Sejumlah siswa SMA Pradita Dirgantara menghadirkan pengalaman belajar sains di ruang terbuka melalui berbagai eksperimen kimia sederhana. Tak sekadar menyaksikan, pengunjung juga diajak terlibat langsung dalam percobaan yang menghasilkan beragam reaksi menarik.

Berbekal peralatan laboratorium sederhana, para siswa memperkenalkan sejumlah eksperimen, mulai dari Elephant Toothpaste, Colorful Milk, Instant Snow, hingga Gummy Bear. Berbagai percobaan tersebut menarik perhatian pengunjung, terutama anak-anak dan pelajar yang penasaran melihat perubahan bahan setelah dicampurkan.

Salah satu eksperimen yang mencuri perhatian adalah Elephant Toothpaste atau pasta gigi gajah. Meski namanya terdengar unik, percobaan ini bukan untuk membuat pasta gigi sungguhan, melainkan memperlihatkan reaksi kimia yang menghasilkan busa dalam jumlah besar.

Dalam demonstrasi tersebut, campuran bahan tertentu menghasilkan busa tebal yang menyembur keluar dari wadah. Pada eksperimen yang menggunakan hidrogen peroksida, reaksi penguraiannya menghasilkan gas oksigen. Gas ini kemudian terperangkap dalam gelembung sabun hingga membentuk busa yang menyerupai pasta gigi berukuran raksasa.

Menariknya, pengunjung tidak hanya menjadi penonton. Mereka diberi kesempatan untuk mengeksplorasi variasi takaran atau jumlah bahan yang digunakan dalam eksperimen, dengan tetap berada di bawah pengawasan panitia ClassWizz yang berjaga di setiap stan.

Melalui variasi tersebut, pengunjung dapat mengamati bagaimana perubahan jumlah bahan dapat memengaruhi hasil percobaan. Mereka juga diajak memperkirakan hasil yang akan muncul, membandingkan reaksi, dan memahami hubungan antara perubahan variabel dengan hasil eksperimen.

Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kemampuan berpikir kritis sekaligus mendorong peserta menghasilkan gagasan baru atau novelty.

Antusiasme pengunjung terlihat saat mereka menyaksikan dan mencoba berbagai eksperimen. Salah satunya Rasna Aqila, pelajar yang mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.

Ia tertarik dengan percobaan yang memadukan bahan kimia, sabun, pewarna, dan ragi. Selain itu, eksperimen menggunakan susu, pewarna, serta sabun juga membuatnya penasaran.

Pengalaman melihat reaksi secara langsung membuat pembelajaran sains terasa lebih menyenangkan.

Hal serupa disampaikan Dani, salah seorang pengunjung CFD. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengenal ilmu pengetahuan sejak dini.

“Eksperimennya seru. Bagus untuk edukasi anak kecil dan juga untuk pengetahuan juga bagus. Apalagi kan di sekolah tuh mungkin diajarkan ya tentang IPA gitu. Jadi, perlu diajarin dari kecil mungkin. Jadi, ya. Seru aja,” kata Dani.

Elvira dan Nisa, pelajar yang turut menyaksikan eksperimen, juga mengaku terhibur dengan demonstrasi yang ditampilkan para siswa. “Asyik, seru banget, seru banget. Bikin edukasinya bagus banget. Reaksi meledak-ledak gitu,” ujar mereka.

Bagi para pengunjung, eksperimen tersebut bukan sekadar tontonan. Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana perubahan bahan menghasilkan reaksi berbeda, sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap fenomena ilmiah di sekitar mereka.

Kegiatan eksperimen di CFD Jalan Slamet Riyadi ini merupakan bagian dari Action #1 Chapter Surakarta, salah satu kegiatan dalam inisiatif sosial ClassWizz yang digagas oleh siswa SMA Pradita Dirgantara dengan berkolaborasi bersama MAN Insan Cendekia Pekalongan.

ClassWizz hadir untuk menjembatani pembelajaran teori di ruang kelas dengan penerapan ilmu pengetahuan melalui praktik penelitian. Program ini mendorong pelajar untuk tidak sekadar menghafal materi, tetapi juga belajar mengidentifikasi masalah, menyusun gagasan, melakukan percobaan, serta mengamati dan mengevaluasi hasilnya.

Pengenalan eksperimen di ruang publik menjadi salah satu cara untuk memperluas akses pengalaman belajar sains. Melalui kegiatan ini, peserta dapat berinteraksi langsung dengan proses ilmiah tanpa harus selalu berada di laboratorium sekolah.

Muhammad Farrel Atallah, siswa SMA Pradita Dirgantara yang terlibat dalam kegiatan ini, mengatakan bahwa pengenalan alat dan eksperimen sederhana diharapkan dapat mendorong peserta berkreasi secara mandiri.

“Teman-teman bisa berkreasi secara mandiri mengenai takaran-takarannya ataupun bahan-bahan yang ingin mereka campurkan, agar pada akhirnya mereka bisa menentukan output yang ingin mereka hasilkan sesuai apa itu novelty, atau membuat ide baru, membuat inovasi baru yang relevan dengan zaman sekarang,” kata Farrel.

Melalui Action #1 Chapter Surakarta, ClassWizz ingin menunjukkan bahwa proses mengenal penelitian dapat dimulai dari kegiatan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Di tengah keramaian CFD, eksperimen kimia menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, keberanian mencoba, dan semangat berinovasi.

Sebab, belajar sains bukan hanya tentang memahami teori, melainkan juga berani menguji gagasan dan menemukan kemungkinan baru.

Menurut Farrel, kesempatan untuk memvariasikan bahan dan mengamati hasil eksperimen merupakan bagian dari proses belajar menemukan kebaruan. Peserta tidak hanya mengikuti petunjuk, tetapi juga didorong untuk mengembangkan ide, membuat prediksi, dan mengeksplorasi kemungkinan hasil yang berbeda.

Ia berharap pengenalan riset sejak bangku sekolah dapat menjadi fondasi bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Ini merupakan langkah pertama dalam membuka gerbang kemampuan anak-anak di Indonesia untuk melakukan riset dan mengembangkan apa yang sudah ada di lingkungannya,” ujar Farrel.

Taufik Irvani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *