Kupang, KabarTerkiniNews.co.id – Berbicara hati nurani dalam melayani rakyat, sosok dr. Christian Widodo merupakan representasi terbaik saat ini, bagaimana tidak, ia dikenal dekat dengan warganya disetiap momen, serta selalu mengutamakan kebutuhan masyarakat, selalu hadir dan mendengar apa yang dibutuhkan warga, serta mengambil keputusan dengan mengutamakan empati.
Sebagai seorang dokter, Christian Widodo paham betul bagaimana melayani masyarakat, ia sering melakukan aksi sosial kesehatan gratis bagi warga tak mampu, karena baginya dokter yang hebat tidak hanya mengobati penyakit secara teknis, tetapi juga mengobati penderitaan pasien dengan empati, Pendekatan ini membangun kepercayaan yang tinggi.
Kedekatan secara emosional ini membuat ia sangat dicintai warga, karena bagi mereka, dr. Christian Widodo adalah pemimpin berhati nurani dan peka akan kebutuhan masyarakat, ia sosok pemimpin yang memadukan kemampuan manajerial dengan empati, kejujuran, dan spiritualitas, serta mengutamakan kesejahteraan rakyat yang ia pimpin.
Ia pemimpin dengan ketulusan, integritas, dan didasarkan pada nilai-nilai kebenaran moral serta tanggung jawab sosial, Ia juga sangat responsif atau cepat bertindak berdasarkan aduan atau pengamatan langsung, baginya menjadi Wali Kota adalah kesempatan untuk membantu, bukan untuk kekuasaan semata.
Ditengah efisiensi anggaran saat ini, tentunya mempengaruhi banyak program yang ia susun bersama Wakil Wali Kota, Serena Francis, bahkan saat keduanya dilantik pada 20 Februari 2025 lalu anggaran sudah diketuk pada 2024, sehingga keduanya tak punya banyak pilihan selain mengikuti postur anggaran yang telah disepakati pemimpin sebelumnya.
Namun kondisi itu tak membuat dr. Christian Widodo patah arang, ia tetap fokus melayani kebutuhan dasar warga Kota Kupang seperti memastikan program kesehatan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk lansia dan warga kurang mampu.
Salah satunya dengan menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT), senilai Rp.3 Miliar per tahun, Ia Ingin memberikan perlindungan bagi masyarakat Kota Kupang yang kurang mampu, dan tidak memiliki kartu BPJS kesehatan agar tetap bisa mengakses layanan kesehatan secara gratis.
Kebijakan ini dilakukan oleh Wali Kota Kupang, agar masyarakat kurang mampu, yang memiliki kondisi darurat dalam masalah medis, dan membutuhkan penanganan segera, namun tidak tercover BPJS dan tidak memiliki administrasi kependudukan yang lengkap, bisa menggunakan dana pengaman ini, untuk membiayai semua biaya pengobatan yang dilakukan di rumah sakit.
Di sisi lain, nurani dr. Christian Widodo juga tergerak ketika nasib Sekitar 3.614 PPPK di Kota Kupang terancam dirumahkan pada tahun 2027 akibat pemberlakuan UU HKPD yang membatasi belanja pegawai maksimal 30% dari APBD. Kondisi fiskal daerah yang terbatas memicu wacana inilah yang memengaruhi ribuan pegawai honorer dan PPPK.
Namun dr. Christian Widodo, menegaskan komitmennya untuk tidak merumahkan ribuan pegawai PPPK di Kota Kupang. Ia menolak ancaman pemutusan hubungan kerja akibat masalah fiskal dan menuntut solusi, sejalan dengan komitmen pemerintah yang menegaskan tidak ada PPPK yang akan dirumahkan
Ia sadar 60% dana daerah saat ini untuk belanja pegawai, namun ia tak ingin para pegawai yang memang sudah bekerja dari pemimpin sebelumnya harus dirumahkan, bersama Pemda dan kepala daerah lainnya ia sedang mengupayakan audiensi dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi.
Beralih ke sarana dan prasarana ia telah menjawab kebutuhan warga soal jalan yang rusak, contoh yang nyata jalan Taebenu yang menghubungkan Kelurahan Oebufu dan Naimata telah selesai dikerjakan, dan saat ini jalan di depan GOR Oepoi yang selalu rusak dari Wali Kota ke Wali Kota sebelumnya sudah mulai dikerjakan dengan anggaran Rp.5,7 Miliar.
Namun sekalipun banyak hal yang telah ia lakukan untuk kepentingan warga, ada saja suara sumbang dari orang- orang yang ingin menjatuhkannya, yang paling kelihatan adalah ketika para pembenci ini mengangkat masalah jalan berlubang di Kota Kupang, lucunya isu jalan berlubang ini merupakan peninggalan dari pemimpin – pemimpin sebelumnya yang terus diangkat untuk menjatuhkan kredibilitas dr. Christian Widodo.
Padahal kita tahu bersama dalam proses pengerjaan jalan, proses tender proyek jalan yang menggunakan uang negara (APBN/APBD) di Indonesia dilakukan secara transparan melalui sistem elektronik. serta melalui beberapa tahapan antara lain Tahap Persiapan, Tahap Pelaksanaan Tender, Tahap Penetapan Pemenang hingga proses Pekerjaan, hal- hal inilah yang tidak dipahami oleh para pembenci yang selalu berkoar di media sosial.
Namun dr. Christian Widodo tak ambil pusing akan para pembencinya, ia memilih tetap fokus bekerja untuk rakyat dan mengambil keputusan sesuai regulasi yang ada, karena baginya pemimpin yang baik harus siap dibenci karena tugasnya bukan untuk menyenangkan semua orang, tapi mengambil keputusan yang paling benar demi kebaikan semua orang.
Ya ..bagi dr. Christian Widodo hal yang benar sering kali tidak populer, jika pemimpin hanya ingin disukai, ia akan banyak basa-basi, takut beda pendapat dan akhirnya memlih jalan aman, kelihatannya damai, tapi sebenarnya tidak ada yang berubah.
Tapi seorang pemimpin sejati justru kebalikannya, berani bilang tidak, berani bikin aturan, dan berani tanggung resiko, termasuk resiko dibenci, karena keputusan yang adil itu sering terasa menyakitkan bagi orang yang dirugikan. maka itu ia lebih memilih menjadi pemimpin yang dibenci karena jujur dan punya nurani daripada jadi pemimpin yang disukai tapi tidak punya arah.
Rudy







