Kupang, KabarTerkiniNews.co.id – Duta Besar Australia Untuk Indonesia, Rod Brezier mengunjungi Sekolah Dasar Negeri Palsatu Kota Kupang dalam rangka program Kebijakan INOVASI Reading Camp yang telah berlangsung sejak tahun 2024 lalu, Jumat (31/7/2026).
Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Walikota Kupang, Serena Cosgrova Francis, Bunda Literasi Kota Kupang dr. Dokter Widya Cahya, serta PLT. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Bapak Ernest S. Ludji, serta Penasehat Kebijakan INOVASI, Basilius Bengoteku.
Rod Brezier mengatakan pemerintah Australia melalui program INOVASI berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar di Indonesia, terutama dalam memperkuat kemampuan literasi anak.
“Pemerintah Australia bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui INOVASI untuk mendukung pendidikan di Indonesia. Program seperti ini sangat membantu meningkatkan kemampuan literasi siswa, terutama kemampuan membaca,” kata Rod.
Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis mengatakan kunjungan Duta Besar Australia menjadi bukti kuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Kupang.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Australia dan INOVASI yang selama ini mendampingi sekolah-sekolah di Kota Kupang dalam meningkatkan mutu pembelajaran.
“Selamat datang kepada Yang Mulia Duta Besar Australia beserta seluruh rombongan di Kota Kupang. Kehadiran Bapak hari ini menunjukkan bahwa kita memiliki komitmen bersama untuk memajukan pendidikan di Kota Kupang melalui program-program yang telah dilaksanakan di berbagai sekolah, termasuk di UPTD SD Negeri Palsatu Manutapen,” ujar Serena.
Sementara itu Kepala sekolah UPTD SDN Palsatu, Belmira Sagrada Ferrao Santos, mengatakan kegiatan ini merupakan tinjak lanjut program Kebijakan Inovasi dan Dubes Australia juga memberikan bantuan buku bagi anak- anak serta melihat proses Reading Camp serta meninjau proses pelajaran menenun kain adat khas NTT bagi para siswa.
” Pak Dubes datang membahas tentang program reading camp serta tadi ada bantuan buku dan beliau juga melihat proses pembelajaran reading dan dan proses pembuatan kain tenun, dan setelah Reading Camp diterapkan, perkembangan murid sangat besar. Lulusan SD Negeri Palsatu Manutapen kini seluruhnya sudah lancar membaca, kecuali siswa kategori inklusi. Indikator literasi pada Rapor Pendidikan kami yang sebelumnya merah kini berubah menjadi hijau dengan kategori baik. Ini membuktikan Reading Camp berhasil meningkatkan literasi siswa,” ungkap Kepsek SDN Palsatu.
Rudy







