BOYOLALI, Kabar Terkini News – Kemarau panjang yang berlangsung sekitar empat bulan membuat warga di wilayah Boyolali utara menghadapi kesulitan air bersih. Di tengah kondisi tersebut, sekitar seratus siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Hidayah Kalitlawah, Kecamatan Juwangi, bersama guru dan warga menggelar salat istisqa untuk memohon agar hujan segera turun.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman madrasah pada Jumat (2/10/2026). Para siswa dari kelas satu hingga kelas enam mengikuti salat istisqa bersama dewan guru dan masyarakat setempat.
Salat istisqa merupakan salat sunah yang dilaksanakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan, terutama ketika suatu wilayah mengalami kemarau panjang.
Bagi para siswa, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana berdoa bersama, tetapi juga kesempatan untuk belajar memahami kondisi lingkungan dan dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat.
Salah seorang siswi MI Al-Hidayah Kalitlawah, Widya Putri Ramadhani, mengaku senang dapat mengikuti salat istisqa bersama teman-temannya.
“Tadi salat istisqa yaitu salat minta hujan, karena sudah kekeringan air. Tadi dalam khotbah diajak untuk peduli lingkungan dengan menanam pohon,” kata Widya.
Siswa Diajak Menjaga Lingkungan
Selain mengajak para siswa berdoa memohon hujan, khotbah setelah salat istisqa juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Para siswa diajak memahami bahwa kepedulian terhadap alam dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti menanam pohon dan tidak merusak lingkungan.
Kepala MI Al-Hidayah Kalitlawah, Muhammad Mas’ud, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai ikhtiar spiritual sekaligus sarana edukasi bagi para siswa.
“Kegiatan hari ini kami melaksanakan salat istisqa yaitu salat minta hujan. Tujuannya untuk meminta hujan kepada Allah. Kemudian dari khotbah yang telah disampaikan bahwasanya kita sebagai warga yang baik harus menjaga lingkungan dan juga kegiatan ini sebagai edukasi kepada anak-anak,” ujar Mas’ud.
Menurut pihak madrasah, keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman tentang nilai-nilai keagamaan sekaligus kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Boyolali Utara Menghadapi Kekeringan
Kemarau panjang tahun ini berdampak pada sejumlah wilayah di Boyolali utara. Warga di wilayah terdampak dilaporkan mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di tengah kondisi tersebut, salat istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual masyarakat sembari menantikan hujan dan bantuan pemenuhan kebutuhan air bersih dari BPBD serta para relawan.
Kegiatan yang melibatkan siswa, guru, dan warga ini juga menjadi pengingat bahwa menghadapi dampak kekeringan membutuhkan kepedulian bersama, termasuk menjaga lingkungan dan menggunakan air secara bijak.
Di tengah kemarau yang belum berakhir, masyarakat berharap hujan segera turun sehingga ketersediaan air bersih dapat kembali mencukupi kebutuhan warga.
Reporter : Ahza Irvani | Editor ; Heru warsito , Kabar Terkini News





