Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan, Genjot Konsumsi Ikan dan Tekan Stunting

Bantul, KabarTerkiniNews.co.id –  Masih rendahnya tingkat konsumsi ikan di Bantul, salah satu anggota DPRD Bantul, bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul, menggencarkan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di berbagai kelompok masyarakat. Dalam kegiatan tersebut menyasar 29 kelompok masyarakat, yang diberikan pelatihan mengolah ikan menjadi aneka ragam menu kudapan.

Guna mendongkrak tingkat konsumsi ikan di Bantul, salah satu anggota DPRD Bantul, bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul, tengah menggencarkan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di berbagai kelompok masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kali ini para emak-emak di RT 52, Pedukuhan Pucung, Pendowoharjo, Sewon, Bantul ini, Kamis (21/10/2026), diberikan edukasi dan diajarkan mengolah ikan lele, menjadi berbagai menu makanan. Salah satunya, tahu bakso, serta sosis.

Selama pelatihan, seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan yang diajarkan, serta diajak memahami bahwa ikan adalah sumber protein hewani yang sangat krusial, untuk menunjang tumbuh kembang, kecerdasan otak, serta kekebalan tubuh mereka.

Yuliana, selaku inisisator kegiatan menuturkan, Gemarikan terus digencarkan karena menjadi salah satu program nasional yang bertujuan meningkatkan angka konsumsi ikan di masyarakat.

“Di Bantul ini tingkat konsumsi ikan masih tergolong rendah, kita coba dongkrak agar masyarakat semakin gemar makan ikan salah satunya melalui sosialisasi dan pelatihan seperti ini,”tutur politikus Demokrat tersebut kepada wartawan.

Pihaknya menambahkan, konsumsi ikan juga penting bagi keluarga sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak untuk mendukung tumbuh kembang dan kemampuan belajar.

“Di Bantul, program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung perbaikan kualitas gizi masyarakat dan percepatan penurunan stunting,” jelas dia.

Kegiatan ini, sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2026, dimana pemerintah menempatkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) tersebut dalam sebuah kerangka kebijakan nasional yang lebih terencana, terkoordinasi, terukur, dan berkelanjutan.

Sementara itu, salah satu peserta Rosmiyati (46) berpendapat, melalui kegiatan pelatihan pengolahan ikan ini, masyarakat tidak hanya mengetahui manfaat makan ikan, tetapi juga memiliki ketrampilan dalam mengolah aneka kudapan berbahan ikan, serta menyajikan beragam menu makanan bergizi bagi keluarga.

“Makan ikan menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari, minimal 2 kali seminggu. Edukasi seperti ini kita anggap penting, kita jadi tahu cara menyajikan olahan ikan yang beragam, agar kesadaran mengonsumsi ikan terus meningkat,untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,”terangnya.

Kegiatan tersebut juga mendapat respon positif dari DKP Bantul. Kepala Bidang Pengolahan, Pemasaran, dan Pengawasan Perikanan DKP Bantul, Susmawati, berujar Kabupaten Bantul saat ini masih menempati posisi ketiga terendah dari lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam hal angka konsumsi ikan, di bawah Sleman dan Kota Yogyakarta.

“Program ini cukup bagus, dan kita apresiasi terhadap Ibu Yuliana ini yang peduli akan Kesehatan dan kecerdasan anak-anak di Bantul,”ujar Susmawati.

Program tersebut turut menyasar 29 titik kelompok masyarakat. Kita dorong terus agar masyarakat yang mengkonsumsi ikan meningkat. “Memang masih tergolong rendah konsumsi ikan di Bantul, salah satu alasannya harga ikan masih mahal,”terangnya.

Guna menyelaraskan program tersebut, pihaknya bakal mendorong setiap distributor ikan di Bantul, agar dapat menyajikan bahan baku daging ikan yang sudah dalam kemasan siap olah.

“Selain mahal, banyak masyarakat menilai ikan banyak durinya, yang menjadi alasan rendahnya konsumsi ikan. Sehingg akita mendorong setiap penghasil ikan, untuk menyajikan bahan baku dalam bentul filet atau sudah kemasan siap olah,”pungkasnya.

Joko Pramono

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *