Magelang, KabarTerkiniNews.co.id — Peristiwa ini pertama kali terdeteksi sekitar pukul 11.25 WIB. Saat itu, personel Resor Srumbung bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) tengah melakukan pemeliharaan embung semi-permanen sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan di kawasan Pengger. Di tengah kegiatan, mereka melihat kepulan asap membumbung tinggi dari arah selatan.
Kebakaran yang diduga kuat dipicu oleh aktivitas manusia tersebut hanguskan lahan seluas kurang lebih 4,8 hektar sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
Mendapati tanda bahaya tersebut, dua personel langsung dikerahkan untuk mengecek lokasi asal asap. Setibanya di jalur Sesek, petugas mengonfirmasi terjadinya kebakaran hutan di Blok Gunung Pasir pada koordinat , .
Melihat kobaran api yang mulai meluas, Kepala Resor Srumbung segera menyebarkan informasi ke grup Manggala Agni dan berkoordinasi intensif dengan jajaran jajaran Forkopimcam, mulai dari Polsek Srumbung, Koramil Srumbung, hingga pihak Kecamatan Srumbung.
Aksi tanggap cepat pun segera dilakukan. Tim gabungan langsung diterjunkan ke titik api untuk memadamkan kebakaran secara bergotong-royong.
Unsur yang terlibat dalam operasi pemadaman ini meliputi Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) Kepala SPTN Wilayah I, Tim BMN, Kepala Resor Srumbung beserta anggota, serta personel penyeimbang dari Resor Dukun, Direktorat Konservasi Kawasan, Manggala Agni TNGM, Jajaran Polsek Srumbung, Jajaran Koramil Srumbung, Pemerintah Kecamatan Srumbung, Relawan Kelompok Tani Hutan (KTH) dan Masyarakat Peduli Api (MPA), BPBD / TRC Srumbung
Upaya pemadaman memakan waktu beberapa jam lantaran kondisi medan dan vegetasi yang mudah terbakar. Setelah perjuangan keras di lapangan, api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 17.00 WIB.
Berdasarkan pendataan awal, area terdampak diperkirakan mencapai 4,8 hektar. Vegetasi yang hangus terbakar mendominasi berupa semak belukar, glagah, tanaman angring, tutup, kebak, hingga sejumlah pohon pinus.
Pihak berwenang menduga kuat penyebab utama munculnya titik api berasal dari faktor aktivitas manusia. Petugas pun mengimbau seluruh masyarakat dan pengunjung di sekitar kawasan TN Gunung Merapi untuk senantiasa waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan.
Redaksi





