Karanganyar Perluas Pendidikan Inklusif, Anak Berkebutuhan Khusus Didorong Bisa Sekolah di Semua PAUD

Foto : Bunda PAUD Kabupaten Karanganyar, dr. Farida Rober Christanto, M.K.M., saat melakukan monitoring pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026 di KB/TK Aisyiyah Ceporan, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Jumat (17/7/2026). Istimewa

KARANGANYAR Kabarterekininews.co.id– Pemerintah Kabupaten Karanganyar terus memperluas layanan pendidikan inklusif agar setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan sejak usia dini.

Komitmen tersebut ditegaskan saat Bunda PAUD Kabupaten Karanganyar, dr. Farida Rober Christanto, M.K.M., melakukan monitoring pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026 di KB/TK Aisyiyah Ceporan, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Jumat (17/7/2026). Kegiatan itu turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno.

Dalam kunjungannya, Farida berinteraksi dengan para peserta didik dan mengajak mereka menuliskan cita-cita pada Pohon Harapan, sebagai simbol semangat belajar sekaligus membangun lingkungan sekolah yang ramah dan menyenangkan bagi seluruh anak.

Menurut Farida, pendidikan inklusif harus menjadi bagian dari layanan dasar di setiap satuan pendidikan anak usia dini. Dengan demikian, orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus tidak lagi kesulitan mencari sekolah yang bersedia menerima putra-putrinya.

“Harapan kami, seluruh KB dan TK di Kabupaten Karanganyar mampu menerapkan pendidikan inklusif sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-citanya,” ujarnya.

Ia juga berharap KB/TK Aisyiyah Ceporan dapat menjadi contoh bagi lembaga PAUD lainnya dalam menerapkan pendidikan yang ramah bagi seluruh peserta didik tanpa membedakan kondisi maupun kemampuan anak.

Sementara itu, Kepala KB/TK Aisyiyah Ceporan, Wulansari Nurul Amanah, mengatakan pihaknya berkomitmen menghadirkan pendidikan yang mudah diakses masyarakat. Salah satunya dengan membebaskan biaya SPP bagi seluruh peserta didik tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar menilai pendidikan inklusif menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kesempatan yang setara. Melalui perluasan sekolah inklusif sejak usia dini, diharapkan tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam memperoleh hak atas pendidikan.

Reporter: Heru W, KabarTerkini News | Karanganyar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *