MA DQS Al Azhar Karangpandan Hadirkan Perpaduan Sistem Al Azhar Kairo dan Madrasah Terbaik Nasional

Foto : Ketua Yayasan Daarul Quran Surakarta, Adib Ajiputera. Istimewa

KARANGANYAR Kabarterkininews.co.id – Dunia pendidikan Islam di Kabupaten Karanganyar akan segera memiliki lembaga pendidikan baru dengan konsep yang berbeda. Yayasan Daarul Quran Surakarta resmi mempersiapkan pendirian Madrasah Aliyah Daarul Quran Sains (MA DQS) Al Azhar Karangpandan, sebuah sekolah berasrama (boarding school) yang menggabungkan standar pendidikan Islam internasional dari Al Azhar Mesir dengan pendidikan nasional unggulan.

Ketua Yayasan Daarul Quran Surakarta, Adib Ajiputera, menjelaskan bahwa konsep pendidikan yang diusung MA DQS Al Azhar merupakan hasil perpaduan dua sistem pendidikan yang telah terbukti melahirkan generasi unggul.

Menurutnya, untuk pendidikan keagamaan, MA DQS Al Azhar mengadopsi sistem pendidikan dari Al-Azhar University, salah satu institusi pendidikan Islam tertua di dunia yang telah bertahan dan berkembang selama lebih dari seribu tahun.

“Al Azhar Kairo telah membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan Islam yang mampu bertahan lebih dari 1.000 tahun. Sistem pendidikannya sudah teruji dan melahirkan banyak ulama, cendekiawan, serta pemimpin dunia Islam. Karena itu, kami mengadopsi sistem pendidikan agamanya agar para siswa mendapatkan pendidikan Islam yang berkualitas dan berstandar internasional,” ujar Adib.

Ia menjelaskan, nantinya proses pembelajaran agama akan mengacu pada kurikulum Al Azhar. Guru maupun syekh yang mengajar akan dipersiapkan sesuai standar yang berlaku, termasuk sistem evaluasi dan ujian yang mengikuti ketentuan Al Azhar Kairo.

Bahkan, lulusan yang memenuhi persyaratan akademik akan memiliki kesempatan memperoleh pengakuan pendidikan dan ijazah yang terhubung dengan sistem pendidikan Al Azhar Kairo.

Sementara itu, untuk pendidikan umum dan nasional, MA DQS Al Azhar menggandeng MAN Insan Cendekia Pekalongan, yang selama ini dikenal sebagai salah satu madrasah terbaik di Indonesia dengan berbagai prestasi akademik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami ingin menggabungkan kekuatan pendidikan agama dari Al Azhar dengan kualitas pendidikan nasional yang sudah terbukti. MAN Insan Cendekia memiliki reputasi luar biasa dalam bidang akademik dan sains. Jika keduanya dipadukan, kami optimistis akan lahir generasi yang unggul dalam agama sekaligus mampu bersaing di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi,” katanya.

Sebagai bentuk keseriusan pengembangan sekolah, Yayasan Daarul Quran Surakarta telah menyiapkan lahan seluas sekitar dua hektare di wilayah Karangpandan untuk pembangunan kompleks pendidikan dan asrama.

Pembangunan kampus ditargetkan selesai pada April 2027, sehingga penerimaan peserta didik baru angkatan pertama dapat dimulai pada tahun ajaran 2027.

Konsep yang diusung adalah boarding school modern, dengan fasilitas pendidikan, asrama, sarana ibadah, olahraga, serta penunjang pembelajaran yang dirancang terpadu dalam satu kawasan.

Meski mengusung standar pendidikan internasional dan fasilitas yang lengkap, Adib menegaskan bahwa biaya pendidikan akan tetap dirancang agar terjangkau oleh masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan pendidikan berkualitas tinggi yang bisa diakses lebih banyak kalangan. Jadi bukan sekolah mahal yang eksklusif, tetapi sekolah unggulan yang tetap terjangkau sehingga masyarakat memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya,” tegasnya.

Kehadiran MA DQS Al Azhar Karangpandan diharapkan menjadi salah satu pusat pendidikan Islam modern di wilayah Solo Raya, yang mampu mencetak generasi Qurani, menguasai sains dan teknologi, serta siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik di dalam maupun luar negeri.

Her/KTN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *