KARANGANYAR, Kabar Terkini News — Jenazah Andri Galuh Supriadi (40), pekerja migran asal Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, yang meninggal dunia di Hungaria, akhirnya tiba di rumah duka, Jumat (2/10/2026).
Kedatangan jenazah sekitar pukul 10.00 WIB disambut isak tangis keluarga dan kerabat. Galuh kemudian disalatkan sebelum dimakamkan di pemakaman desa setempat sekitar pukul 13.00 WIB.
Galuh meninggal dunia di Hungaria pada 16 September 2026 akibat sakit. Setelah menjalani proses otopsi, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dipulangkan ke Indonesia.
Kepala Desa Kemiri, Amin Sadimin, mengatakan Galuh merupakan warga Kramat RT 03/RW 04, Desa Kemiri. Selama berada di Hungaria, Galuh bekerja di sektor pertanian.
Menurut Amin, Galuh berangkat ke Hungaria secara resmi dan telah bekerja di negara tersebut selama hampir satu tahun.
“Almarhum sebelumnya juga pernah menjadi Ketua RT. Kemudian mengundurkan diri karena hendak bekerja ke Hungaria,” kata Amin.
Galuh meninggalkan seorang istri, Ana Sri Utami, dan seorang anak. Sang istri masih dalam kondisi berduka sehingga belum dapat memberikan keterangan kepada awak media.
Hak keluarga dipastikan
Di tengah suasana duka, Pemerintah Kabupaten Karanganyar memastikan hak-hak Galuh sebagai pekerja migran akan diberikan kepada pihak keluarga sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja Karanganyar, Agung Wahyu Utomo, mengatakan Galuh merupakan pekerja migran resmi yang terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Pemerintah daerah, kata Agung, telah berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan manfaat yang menjadi hak almarhum dapat diterima oleh ahli waris.
“Kita sudah koordinasi. BPJS akan memberikan hak almarhum kepada ahli waris, serta biaya pendidikan anak almarhum dari SMP hingga perguruan tinggi,” ujar Agung.
Selain manfaat BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah juga memastikan hak lain milik almarhum, termasuk asuransi dan sisa gaji selama bekerja di Hungaria, akan diserahkan kepada keluarga.
“Sedangkan hak lain seperti asuransi dan sisa gaji, kita pastikan akan diserahkan kepada ahli waris,” katanya.
Menurut Agung, jaminan tersebut merupakan bagian dari perlindungan bagi pekerja migran dan keluarganya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan koordinasi agar seluruh hak almarhum dapat diterima oleh ahli waris sesuai ketentuan.
Agung hadir mewakili Bupati Karanganyar dan turut menyerahkan uang duka dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar kepada keluarga.
Pulang untuk terakhir kalinya
Setelah bekerja di negeri orang selama hampir satu tahun, kepulangan Galuh kali ini menjadi kepulangan terakhirnya.
Jenazah Galuh akhirnya dimakamkan di tanah kelahirannya, Desa Kemiri, pada Jumat siang.
Di tengah kehilangan tersebut, keluarga kini menanti proses pemenuhan hak-hak almarhum. Pemerintah memastikan perlindungan tersebut juga mencakup masa depan pendidikan anak yang ditinggalkan.
Reporter : Iwan Iswanda Editor : Heru Warsito





