KARANGANYAR, Kabarterkininews.co.id.-Pemerintah Kabupaten Karanganyar terus mendorong sektor peternakan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Tahun ini, Pemkab Karanganyar menyalurkan bantuan hibah keuangan bidang peternakan senilai Rp1,2625 miliar kepada 34 kelompok peternak.
Bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten Karanganyar Tahun Anggaran 2026 itu diserahkan secara simbolis oleh Bupati Karanganyar Rober Christanto dalam kegiatan Pembinaan Kelompok Ternak di Dusun Duwet, Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo, Senin (7/9/2026).
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, mengatakan hibah tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk memperkuat kapasitas kelompok ternak sekaligus meningkatkan produktivitas usaha peternakan.
“Bantuan ini diharapkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sarana usaha, tetapi juga menjadi modal pengembangan usaha peternakan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi anggota kelompok,”kata Feriana
Menurut Feriana, penguatan kelompok menjadi bagian penting dalam mendorong peternak agar mampu mengembangkan usaha secara bersama. Dengan demikian, bantuan pemerintah diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, tidak hanya bagi penerima hibah tetapi juga lingkungan sekitarnya.
Bupati Karanganyar Rober Christanto mengapresiasi semangat masyarakat dalam mengembangkan usaha peternakan. Bupati meminta kelompok ternak mampu mengelola potensi yang dimiliki secara kreatif sehingga berkembang menjadi usaha yang mandiri dan berdaya saing.
“Pemerintah memberikan dukungan, tetapi kunci utamanya ada pada kesungguhan dan keikhlasan. Kita ingin hibah ini dikelola secara transparan dan amanah agar membawa dampak nyata bagi perekonomian keluarga serta lingkungan sekitar,”ujarnya.
Bupati mengingatkan penerima bantuan agar mengelola hibah secara bertanggung jawab dan tidak berhenti pada pemanfaatan jangka pendek.
Penguatan kelembagaan kelompok, lanjutnya, penting agar para peternak tidak berjalan sendiri. Kelompok diharapkan mampu membangun usaha secara bersama, memperluas jaringan, meningkatkan produktivitas, sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Sementara itu, Ketua Kelompok Ternak Jonpeng, Joko Prihatin, salah satu penerima hibah, menyatakan bantuan tersebut merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Kelompok Jonpeng diketahui bergerak dalam budidaya burung murai batu sejak 2020. Selain mengembangkan usaha, kelompok tersebut juga mulai merangkul peternak muda di lingkungan sekitar.
“Kami akan berusaha mengelola bantuan ini dengan sebaik-baiknya agar memberikan manfaat bagi kelompok dan masyarakat,” kata Joko.
Pelibatan generasi muda dinilai menjadi salah satu kunci keberlanjutan sektor peternakan di Karanganyar.
“Regenerasi peternak diharapkan tidak hanya menjaga keberlangsungan usaha, tetapi juga membuka ruang bagi inovasi dan model bisnis peternakan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman,”pungkasnya.
(Iwan).





