SURAKARTA – Universitas Sebelas Maret resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman yang digelar di Gedung dr. Prakosa UNS, Jumat (17/4/2026).
Momen ini terasa istimewa karena Gubernur Papua Selatan, Apollo Sadanpo, merupakan alumnus Teknik Sipil UNS angkatan 1999. Rektor UNS, Hartono, bahkan menyebut kedatangan gubernur sebagai “pulang kembali ke kampus sendiri”.
“Ini bukan sekadar selamat datang, tapi selamat pulang,” ujar Prof. Hartono dalam sambutannya.
Kerja sama ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan diarahkan pada langkah konkret dalam mempercepat pembangunan di Papua Selatan, khususnya melalui penguatan pendidikan, riset terapan, dan pengabdian masyarakat.
UNS menegaskan komitmennya melalui program strategis berbasis Tridarma Perguruan Tinggi—mulai dari pengembangan kurikulum yang sesuai kebutuhan daerah, riset yang berdampak langsung, hingga program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Selain itu, kolaborasi ini juga menjadi bagian dari strategi besar UNS dalam kerangka DREAMTEAM dan nilai ACTIVE, yang menekankan inovasi, kolaborasi, dan respons terhadap tantangan pembangunan.
“Papua Selatan memiliki potensi besar. Lewat sinergi ini, kita ingin menghadirkan solusi nyata, khususnya dalam peningkatan kualitas SDM,” tegas Prof. Hartono.
Fokus Dampak:
Gubernur Apollo Sadanpo menegaskan, kerja sama ini membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Papua Selatan untuk mengenyam pendidikan tinggi di UNS.
“Banyak alumni UNS berasal dari Papua Selatan. Ke depan, kami ingin semakin banyak anak-anak kami mendapatkan akses pendidikan berkualitas,” ujarnya.
Tak hanya pendidikan, Papua Selatan juga menawarkan potensi kerja sama di sektor strategis seperti pertanian, perikanan, dan perkebunan—sektor yang dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.
Kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan Indonesia tidak lagi bertumpu pada pusat, tetapi bergerak dari daerah—dengan kampus sebagai mitra strategis.
Dari ruang kelas ke kursi kepemimpinan, dan kini kembali untuk membangun daerah asal, langkah Apollo Sadanpo bersama UNS menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan dapat menciptakan siklus pembangunan yang berkelanjutan.
Fransiskus Prasetyo







