Sumur Mengering, Warga Lereng Merbabu di Boyolali Antre Bantuan Air Bersih

BOYOLALI, KABARTERKININEWS.CO.ID – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Boyolali mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah. Hingga awal Agustus, dampak kekeringan dilaporkan telah meluas ke lebih dari lima kecamatan.

Salah satu wilayah yang terdampak berada di Dukuh Watu Tirang, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, yang berada di lereng Gunung Merbabu. Warga di kawasan tersebut kini bergantung pada bantuan air bersih setelah sumur-sumur swadaya yang selama ini menjadi sumber air utama mulai mengering.

Musim kemarau yang berlangsung selama sekitar dua bulan terakhir menyebabkan debit air di sumur pompa swadaya berkedalaman sekitar lima meter terus menyusut. Bahkan, debit air dilaporkan turun hingga sekitar 80 persen sehingga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan harian masyarakat.

Setiap dua hingga tiga hari sekali, warga datang membawa ember, galon, dan gentong untuk mengantre distribusi air bersih. Begitu mobil tangki tiba, antrean warga langsung memenuhi lokasi penyaluran.

Pada Rabu, Polsek Ampel menyalurkan tiga tangki air bersih kepada sekitar 40 kepala keluarga di Dukuh Watu Tirang sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat.

Selama kekeringan berlangsung, warga mengaku harus menghemat penggunaan air. Bila bantuan belum datang, sebagian warga terpaksa membeli air bersih dengan harga sekitar Rp120 ribu per tangki. Air yang tersedia pun diprioritaskan untuk kebutuhan memasak dan keperluan dapur, sementara kebutuhan lainnya harus dihemat.

Selain warga yang tinggal di sekitar lokasi distribusi, masyarakat yang bermukim di kawasan perbukitan juga turun membawa berbagai wadah untuk mendapatkan air bersih. Tidak sedikit warga yang mengurangi penggunaan air, bahkan membatasi frekuensi mandi demi menjaga persediaan tetap tersedia.

Pemerintah Desa Sidomulyo menyebut sumber air yang masih tersisa saat ini hanya mampu didistribusikan setiap dua hari sekali. Namun, debit yang terus menurun membuat pasokan tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga.

Pemerintah desa bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta berbagai pihak terus berkoordinasi untuk menyalurkan bantuan air bersih selama musim kemarau masih berlangsung.

Warga berharap distribusi bantuan air bersih dapat terus dilakukan hingga musim hujan tiba dan debit sumber air kembali normal, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.

Reporter: Ahza Irvani

Editor: Heru Warsito

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *