Magelang, KabarTerkiniNews.co.id – Suasana haru pecah seketika usai upacara penutupan Pendidikan Kedisiplinan dan Kepemimpinan (PDK) Angkatan ke-9 Tahun Pelajaran 2026/2027 usai digelar. Isak tangis bahagia dan pelukan erat penuh kerinduan mewarnai momen pertemuan yang paling dinanti-nantikan tersebut.
Isak tangis haru tak terbendung menyelimuti halaman Kampus SMA Taruna Muhammadiyah (SMA Tarunamu) Gunungpring, Muntilan, Kabupaten Magelang, Jumat (16/10/2026).
Setelah tiga bulan terpisah tanpa tatap muka demi menjalani gemblengan fisik dan mental yang ketat, para taruna dan taruni akhirnya kembali ke pelukan orang tua mereka.
Digembleng Physical & Spiritual Selama 3 Bulan
Program PDK intensif ini telah berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2026 dan diikuti oleh 45 siswa baru Kelas X. Pembentukan karakter dipusatkan di Kampus Taruna Muhammadiyah Gunungpring, Muntilan, hingga Kulonprogo.
Selama sembilan puluh hari, para siswa ditempa dengan beragam materi, mulai dari orientasi kelembagaan, kedisiplinan, hingga kepemimpinan. Tak hanya fisik, penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan menjadi fondasi utama untuk membentengi keimanan mereka.
Sebagai puncak ujian fisik dan mental, para peserta wajib menuntaskan tradisi long march sejauh 15 kilometer sebelum akhirnya berhak mengikuti prosesi pembaretan.
“Ini merupakan rangkaian kegiatan kami selama tiga bulan. Sebelum ini, kami lakukan penguatan materi, lalu pembaretan dan long march 15 kilometer,” ungkap Kepala SMA Tarunamu, Dwi Ehwanto, yang bertindak langsung sebagai inspektur upacara penutupan.
“Hari ini adalah acara pungkasan PDK sekaligus momen pertemuan antara wali murid dengan para taruna-taruni. Kami mengucapkan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada SMA Tarunamu,” lanjut Dwi.
Penyematkan Evolet dan Penghargaan Taruna Terbaik
Upacara penutupan ditandai dengan pernyataan resmi dari Kepala Sekolah, dilanjutkan pemasangan evolet, brevet, serta penyerahan penghargaan kepada dua lulusan terbaik PDK Angkatan ke-9:
Muhammad Raffasya Alfarizqy (Putra dari Bapak Sigit Tri Wifodo & Ibu Agung Fitri Sari)
Fatimah Zahra Kirana (Putri dari Bapak Jaito Noviyan Sulistiyono & Ibu Dewi Inggrit)
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Magelang Sugiyono, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muntilan, Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Gunungpring, komite sekolah, para kepala sekolah Muhammadiyah sekitar, serta seluruh wali murid.
Unjuk Ketangkasan dan Atraksi Drum Band Memukau
Usai prosesi formal, suasana lapangan berubah meriah dengan penampilannya drum band Gita Nada Tarunamu. Dengan membawakan empat buah lagu, para anggota drum band menyuguhkan atraksi yang rapi, presisi, dan penuh energi—mencerminkan kedisiplinan tinggi yang terbentuk selama program.
Tak kalah memukau, para taruna juga menampilkan demonstrasi keterampilan Baris-Berbaris (PBB). Gerakan yang kompak, tangkas, dan presisi menjadi bukti nyata dari kerja keras mereka selama tiga bulan penggemblengan.
Pesan Sinergi dan Apresiasi Generasi Tangguh
Penasehat SMA Tarunamu, Mayor Jenderal (Purn) Agus Winarna, bersama Ketua PDM Kabupaten Magelang, Sugiyono, turut memberikan pembekalan dan motivasi di akhir acara.
Agus Winarna menekankan pentingnya kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua murid dalam mendidik generasi muda.
”Status penilaian sebagai sekolah Madya yang ditetapkan PP Muhammadiyah kepada SMA Tarunamu harus kita pertanggungjawabkan. Oleh karena itu, kita harus selalu membangun sinergi bersama. Mendidik anak adalah kewajiban kita bersama,” tegas Agus.
Sementara itu, Ketua PDM Kabupaten Magelang, Sugiyono, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi SMA Tarunamu dalam mencetak kader berkarakter.
“Saya sampaikan apresiasi yang tinggi kepada SMA Tarunamu yang telah menggembleng generasi hebat. Saya berharap mereka menjadi generasi yang kuat dan tangguh untuk menghadapi tantangan masa depan,” puji Sugiyono.
Rasa Bangga dan Haru Para Taruna
Rasa lelah dan disiplin ketat selama tiga bulan terbayar tuntas saat para siswa kembali berkumpul bersama keluarga. Salah satu taruni terbaik, Fatimah Zahra Kirana, mengaku sangat bersyukur dan bangga bisa menjadi bagian dari SMA Tarunamu.
“Saya sangat senang dan bangga bersekolah di sini. Selain kedisiplinan dan ketertiban, pendidikan keagamaan dan kemuhammadiyahannya sangat kuat,” tutur Fatimah dengan senyum mengembang.
Nurul Abadi





