Tujuh Pria Korban Amuk Massa, Resmi Lapor Polisi dan Ungkap Kerugian 

Batang, KabarTerkiniNews.co.id – Kasus pengeroyokan terhadap tujuh sales regulator dan selang gas di Desa Gondang, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, memasuki babak baru.

Setelah sebelumnya menjadi sasaran amukan massa hingga mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh, para sales tersebut kini resmi melaporkan dugaan penganiayaan yang mereka alami kepada pihak kepolisian.

Bacaan Lainnya

Laporan tersebut dibuat pada Rabu (30/9) siang. Sejumlah sales datang ke kepolisian dengan didampingi kuasa hukum. Luka-luka akibat kejadian malam sebelumnya masih terlihat jelas di tubuh mereka.

Robin, selaku koordinator sales, mengungkapkan bahwa dirinya bersama enam rekannya merasa menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Menurut Robin, tujuh orang sales mengalami luka setelah diduga dianiaya oleh puluhan hingga ratusan warga. Sementara satu rekannya berhasil menyelamatkan diri dengan berlari menuju rest area.

“Kami semua (7 orang) mengalami luka akibat dianiaya puluhan hingga ratusan warga. Sementara satu orang teman kami berhasil lolos dari amukan massa karena lari ke rest area,” ujar Robin.

Tak Hanya Luka, Sales Klaim Alami Kerugian Materi Persoalan tersebut, menurut Robin, tidak hanya menyebabkan luka fisik. Ia juga mengaku mengalami kerugian materi akibat kejadian tersebut.

Sejumlah telepon seluler milik rekan-rekannya disebut hilang. Selain itu, uang setoran hasil penjualan juga ikut terdampak.

Tak berhenti di situ, kendaraan yang digunakan untuk berjualan dengan sistem rental juga mengalami kerusakan. Robin menyebut kerugian tersebut menjadi persoalan yang turut dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Namun, ada hal lain yang menurutnya jauh lebih menyakitkan. Robin mengaku keluarganya ikut terdampak setelah muncul berbagai informasi mengenai kejadian tersebut di media sosial.

Ia mengatakan anak-anak para sales menjadi sasaran perundungan atau bullying setelah orang tua mereka dituduh melakukan tindak kejahatan. Dengan mata berkaca-kaca, Robin membantah tuduhan tersebut.

“Tak hanya itu, anak-anak kami menjadi korban bullyan akibat informasi yang tidak berdasar yang beredar di media sosial. Kami dituduh melakukan tindak kejahatan berupa hipnotis, padahal kami hanya berjualan selang dan regulator gas,” kata Robin.

Kuasa Hukum : Kami Ingin Tahu Siapa Saja yang Terlibat

Kedatangan para sales bersama kuasa hukum ke kepolisian disebut sebagai langkah untuk mendapatkan kejelasan dan proses hukum atas peristiwa yang mereka alami. Ahmad Fauzi, kuasa hukum dari Lukman Hasanudin and Partner, menegaskan pihaknya akan mengawal laporan tersebut.

Menurutnya, pihaknya ingin agar proses hukum dapat mengungkap secara terang siapa saja yang terlibat dalam aksi penganiayaan terhadap para sales.

“Kedatangan kami ke Polres untuk melaporkan kejadian yang menimpa klien kami agar mendapatkan keadilan. Kami ingin mengetahui berapa banyak pelaku yang terlibat penganiayaan tersebut,” tegas Ahmad Fauzi.

Polisi Siap Terima Laporan dari Kedua Pihak

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Batang Kompol Bintoro Thio Pratama mengatakan pihaknya telah melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut.

Polisi juga membuka ruang bagi kedua belah pihak untuk menyampaikan laporan apabila merasa menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Selain menerima laporan dari pihak sales, polisi juga siap menerima laporan dari lansia yang sebelumnya mengaku mengalami kerugian dalam transaksi tukar tambah dengan perhiasannya.

“Kami sudah mendalami kasus ini dan siap menerima laporan dari sales kompor gas maupun dari lansia yang merasa tertipu karena tukar tambah dengan perhiasannya,” jelas Bintoro.

Sebelumnya, kepolisian juga telah mengumpulkan pihak-pihak yang terlibat dalam persoalan tersebut. Langkah itu dilakukan sebagai upaya agar permasalahan yang terjadi dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Namun dengan adanya laporan dari pihak sales, perkara tersebut kini berpotensi memasuki proses hukum lebih lanjut.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap rangkaian kejadian secara utuh, termasuk dugaan penganiayaan, kerugian yang dialami para sales, serta persoalan transaksi yang melibatkan warga lansia.

Kini, publik tinggal menunggu hasil penyelidikan polisi untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di Desa Gondang malam itu.

Kermit

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *