Tuntaskan Janji, Petahana Uke Fransiska Kembali Maju di Pilkades Gentan

SUKOHARJO, KABAR TERKINI NEWS – Petahana Kepala Desa Gentan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Uke Fransiska, kembali mencalonkan diri dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) mendatang. Setelah dua periode memimpin, Uke bertekad menuntaskan sejumlah pekerjaan rumah yang menurutnya masih perlu diselesaikan, termasuk persoalan pengelolaan sampah dan peningkatan pelayanan publik.

Uke menyerahkan berkas pendaftaran dengan didampingi suami dan anaknya. Kehadirannya menambah persaingan dalam kontestasi Pilkades Gentan, setelah dua kandidat lainnya, Samrodin dan Maryanto, lebih dahulu mendaftarkan diri.

Bacaan Lainnya

Pencalonan kembali Uke menandai upayanya untuk melanjutkan kepemimpinan di Desa Gentan. Pengalaman selama dua periode menjadi bekal yang dibawanya untuk menghadapi kontestasi berikutnya.

Pengelolaan Sampah Jadi Perhatian

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Uke adalah pengelolaan sampah lingkungan. Masalah ini dinilai semakin penting seiring perkembangan permukiman di wilayah Kecamatan Baki.

Pengelolaan sampah membutuhkan penanganan yang berkelanjutan agar perkembangan kawasan permukiman dapat berjalan seiring dengan terjaganya kebersihan lingkungan.

Selain persoalan sampah, Uke juga membawa tekad untuk mendorong Desa Gentan menjadi desa yang mandiri, maju, dan mampu mengembangkan inovasi dalam pelayanan publik.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari agenda yang ingin diperjuangkannya apabila kembali memperoleh kepercayaan masyarakat untuk memimpin Desa Gentan.

Namun, berbagai rencana tersebut juga menjadi pekerjaan rumah yang perlu dijawab melalui program nyata, pelaksanaan yang terukur, serta keterlibatan masyarakat.

Tiga Kandidat Mulai Bersaing

Dengan masuknya Uke Fransiska sebagai pendaftar ketiga setelah Samrodin dan Maryanto, persaingan Pilkades Gentan mulai menarik perhatian.

Ketiga nama tersebut telah menyerahkan berkas pendaftaran berdasarkan informasi yang disampaikan dalam laporan ini. Tahapan berikutnya akan menentukan proses pencalonan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kontestasi Pilkades tidak hanya menjadi ajang perebutan jabatan kepala desa, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk menilai gagasan, rekam jejak, dan komitmen masing-masing kandidat.

Warga diharapkan dapat menggunakan hak pilih secara bijak dengan mempertimbangkan kemampuan kandidat dalam menjawab kebutuhan desa.

Selain itu, pelaksanaan Pilkades diharapkan berlangsung aman, tertib, dan demokratis, tanpa praktik politik uang maupun intimidasi terhadap pemilih.

Bagi Uke Fransiska, pencalonan kembali ini menjadi kesempatan untuk menawarkan kelanjutan program sekaligus menjawab berbagai pekerjaan rumah yang masih menjadi perhatian di Desa Gentan.

Pada akhirnya, kepercayaan masyarakat akan menjadi penentu siapa yang akan memimpin Desa Gentan pada periode berikutnya.

Reporter Tio  Nusa | Editor : Heru Warsito

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *