Uji Coba Material Pembendung Api Karhutla di Tanjung Lago Banyuasin

Palembang, KabarTerkiniNews.co.id – Salah satu upaya untuk mengoptimalkan pengendalian dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yaitu penggunaan material yang dilarutkan untuk menghentikan api di lahan gambut.

Uji coba dilakukan oleh tim penyedia di sebidang lahan yang terbakar api di Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Jumat (9/10).

Bacaan Lainnya

Produk bernama Realiza Anti Chamas merupakan serbuk yang dilarutkan ke dalam air sebelum disemprotkan pada api. Bahan berbentuk serbuk ini berfungsi sebagai penghambat api untuk menyebar lebih luas.

Koordinator tim penyedia dari Brazil Paolo Barroso menjelaskan pencampuran material  dapat dilakukan menggunakan truk tangki pemadam atau tandon yang nantinya diangkut dalam _water-bombing_.

Bahan tersebut tidak bersifat korosif atau tidak merusak, mengikis atau menghancurkan material tangki ataupun penampung air ketika serbuk sudah dilarutkan di dalamnya.

“Kelebihan material ini tidak bersifat toksik. Tidak memiliki efek pada manusia, satwa ataupun lingkungan,” tambah Paolo Barroso.  Bahan yang berubah menjadi gel setelah terkena air ini akan terurai dengan sendirinya setelah 72 jam.

“Penyemprotan air yang bercampur material ini mampu 10 kali efektif dibandingkan pemadaman api hanya dengan air,” ujarnya.

Uji coba dilakukan oleh Satuan Tugas Darat yang beranggotakan personel dari BPBD, TNI, Manggala Agni. Sebelum terjun ke lokasi uji coba, tim penyedia melakukan pengarahan terkait penggunaan dan aspek keamanan.

Berbeda ketika memadamkan api di lahan gambut, hasil pemadaman dengan air tanpa material ini menghasilkan asap.  “Kami berharap material ini dapat dimanfaatkan untuk pemadaman karhutla di lahan gambut,” ujarnya.

Pada pengujian kali ini, hadir antara lain Gubernur Sumsel, Bupati Banyuasin, perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Sebelumnya penggunaan Realiza Anti Chamas sudah diujicobakan di salah satu desa di wilayah Banyuasin. Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyuasin Reza Agust Perdana, penggunaan material ini signifikan dan berpengaruh dibandingkan hanya dengan air biasa.  “Hasilnya memang api cepat padam dan tidak menimbulkan asap,” ungkap Reza.

Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *