Klaten, KabarTerkiniNews.co.id – Warga Desa Dukuh Gulangan, Desa Ngemplak Seneng, Kecamatan Manisrenggo, Klaten memasang spanduk di tepi jalan kabupaten. Spanduk bernada sambat campur jengkel itu dipicu kerusakan jalan.
Rusaknya jalan yang melintas dukuh tersebut jaraknya sekitar 600 meter. Aspal jalan sebagian sudah hilang sehingga berganti jalan tanah.
Debu beterbangan saat ada kendaraan melintas. Apalagi jalur tersebut dilalui truk angkut berat galian C dari wilayah Kecamatan Kemalang sehingga debu beterbangan ke permukiman.
Spanduk warga bertuliskan “Dalane Bosok Segera Diperbaiki, Dalane Iki Bosok Alon – Alon, Dalan Opo Sirkuit Klaten” dan lainnya. Tidak hanya spanduk, warga juga menulis dengan cat semprot di tembok.
Saat detikJateng mengunjungi lokasi, beberapa warga tampak menyirami jalan dengan ember berisi air. Ada juga yang menggunakan mobil tangki air.
“Keluhan utama warga ya debu karena armada truk materil banyak lewat. Tidak hanya truk kecil tronton juga lewat,” ungkap ketua RT 1 Dukuh Gulangan, Desa Ngemplak Seneng, Suraji, Selasa (04/08) siang.
Suraji menjelaskan jalan yang rusak tersebut ada di perbatasan Kecamatan Manisrenggo dan Kemalang. Jalan raya di dukuhnya sudah lama digunakan lewat angkutan tambang.
“Sini kan buat jalur material tambang Kecamatan Kemalang wilayah barat sudah 25 tahun. Kenapa belum dicor padahal disana (wilayah Kecamatan Kemalang) sudah,” jelas Suraji.
Menurut Suraji, warga berharap segera ada tindakan untuk mengurangi debu. Warga sudah melapor, termasuk saat jembatan putus.
” Dulu waktu jembatan putus. Ini kasihan warga yang mau ke sekolah, di rumah debu kena napas sesak,” lanjut Suraji. ” Kerusakan sudah enam bulan ini, pernah dibenahi cuma ditambal. Padahal tidak ada jalan alternatif,” pungkas Suraji.
Warga lain, Febri menyatakan keluhan utama warga itu debunya luar biasa dan jika hujan jadi jurang. Warga menerima debu 24 jam.
“Ya 24 jam mas karena truk juga 24 jam. Ya warga menyirami, ya sudah sebulan lebih,” katanya.
Menurut Febri, warga memasang spanduk karena terdampak debu tiap hari. Minggu lalu memasang spanduk dengan harapan segera dicor.
” Ya harapannya segera dicor. Jalan angkutan berat yang belum dicor kayaknya cuma disini, lainnya sudah,” jelas Febri.
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Pemkab Klaten, Suryanto menyatakan jalur tersebut akan segera ditangani. Untuk awal dengan perbaikan gorong-gorong dulu.
“Yang diperbaiki gorong-gorong dulu. Setelah itu jalan dengan pemeliharaan,” jelasnya saat dihubungi ponselnya.” Tahun lalu kita ajukan ke bantuan keuangan provinsi tetapi belum berhasil. Nanti kita ajukan lagi,” imbuhnya.
Prabowo Aji







